Jokowi Minta WAG TNI Polri Didisiplinkan, Ini Kata Kompolnas

Rabu, 02 Maret 2022 - 12:47 WIB
loading...
Jokowi Minta WAG TNI...
Anggota Kompolnas Poengky Indarti mendukung teguran Presiden Joko Widodo terhadap Polri TNI serta keluarganya untuk menjaga sikap dalam perbincangan di aplikasi pesan singkat. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Kompolnas Poengky Indarti mendukung teguran Presiden Joko Widodo terhadap TNI Polri serta keluarganya untuk menjaga sikap dalam perbincangan di aplikasi pesan singkat. Presiden Jokowi di acara Rapim TNI Polri meminta agar WhatsApp Grup (WAG) didisiplinkan.

"Peringatan presiden itu sangat tepat. Sebagai aparat negara, TNI dan Polri harus netral, tidak berpolitik, dan harus menjunjung tinggi UUD serta seluruh UU dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Sebagai aparat negara, TNI dan Polri juga harus menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, sehingga tidak boleh terpecah belah," kata Poengky, Rabu (3/2/2022).

Menurutnya, kedewasaan dalam kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat di Indonesia harus diakui masih dalam tahap perkembangan. Hal tersebut belum sebanding dengan canggihnya peralatan komunikasi dan banyaknya kemudahan akses media sosial.



"Apalagi Indonesia mengalami masa-masa pembungkaman di zaman Orde Baru. Hal ini berdampak pada masih belum menghargainya kebebasan orang lain untuk berpendapat berbeda, sehingga rentan terpecah belah," kata Poengky.

Di masyarakat sendiri sering terlihat adanya perbedaan pendapat yang berujung perpecahan. Kompolnas tidak menginginkan perbedaan pendapat memecah belah dalam tubuh Polri dan TNI.

"Jangan sampai aparat negara juga terpecah belah. Sebagai aparat negara, mereka harus taat menjalankan perintah. Bukan melakukan perlawanan atau pembangkangan," katanya.

Baca juga: Jokowi Ingatkan TNI-Polri Terkait Group WA, KSAD Dudung: Loyalitas Kita Tegak Lurus

Ia menyebutkan setiap anggota masyarakat perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi dan mengemukakan pendapat bukan tidak ada batasnya. Kebebasan tersebut berbatasan dengan kebebasan orang lain. "Sedangkan untuk aparat negara, khususnya TNI dan Polri, mereka harus taat pada perintah pimpinan. Jika melanggar, pasti ada hukumannya," kata Poengky.

Terkait peringatan dari Presiden Jokowi agar keluarga TNI dan Polri tidak mengundang penceramah yang radikal, Kompolnas juga memiliki sikap yang sama. "Sebagai aparat negara, TNI dan Polri harus selektif memilih penceramah dan narasumber agar tidak disusupi kelompok-kelompok radikal dan anti Pancasila. Harus diingat penjaga NKRI adalah TNI dan Polri. Jangan sampai personel TNI dan Polri teracuni pikiran dan tindakannya karena pengaruh kelompok-kelompok tersebut," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved