Arief Poyuono: Waduh, Stafsus Presiden Kok Cuma Pandai Menggergaji Dana APBN
Jum'at, 24 April 2020 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Arief mencontohkan pendiri sekaligus CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara yang disebutnya berjualan produk Ruangguru dengan mencari keuntungan melalui program pelatihan daring untuk peserta Kartu Prakerja.
"Yang terbaru lagi baru ketahuan nama Billy Mambrasar, Stafsus Milenial Presiden Jokowi, disebut-sebut mendapatkan proyek penyaluran dana bergulir bagi usaha kecil menengah (UKM) di Papua," katanya.
Dikatakan Arief, perusahaan milik pria asal Papua itu dikabarkan sebagai penyalur bantuan dana bergulir bagi pengusaha muda asal Papua dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Ini adalah badan layanan umum pengelola dana bergulir di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemkop UKM).
"Ya Ampun kok Kang Mas (Jokowi) bisa-bisanya menjadikan mereka Staf Khusus sih? Mendingan juga Stafsus itu berasal dari generasi milenial yang punya pendidikan minim dan tidak punya fasilitas, namun mampu menciptakan lapangan kerja dan usaha usaha kecil yang selama ini menopang perekonomian nasional," tuturnya.
Menurutnya, mereka jauh lebih baik dari pada para Stafsus yang cuma bisa mengambil keuntungan dari proyek APBN. "He he he, yang pasti syarat dengan kolusi dan nepotisme sedangkan korupsinya nanti kalau sudah ketahuan," pungkasnya.
"Yang terbaru lagi baru ketahuan nama Billy Mambrasar, Stafsus Milenial Presiden Jokowi, disebut-sebut mendapatkan proyek penyaluran dana bergulir bagi usaha kecil menengah (UKM) di Papua," katanya.
Dikatakan Arief, perusahaan milik pria asal Papua itu dikabarkan sebagai penyalur bantuan dana bergulir bagi pengusaha muda asal Papua dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Ini adalah badan layanan umum pengelola dana bergulir di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemkop UKM).
"Ya Ampun kok Kang Mas (Jokowi) bisa-bisanya menjadikan mereka Staf Khusus sih? Mendingan juga Stafsus itu berasal dari generasi milenial yang punya pendidikan minim dan tidak punya fasilitas, namun mampu menciptakan lapangan kerja dan usaha usaha kecil yang selama ini menopang perekonomian nasional," tuturnya.
Menurutnya, mereka jauh lebih baik dari pada para Stafsus yang cuma bisa mengambil keuntungan dari proyek APBN. "He he he, yang pasti syarat dengan kolusi dan nepotisme sedangkan korupsinya nanti kalau sudah ketahuan," pungkasnya.
Lihat Juga :