Gugatan PT Ditolak MK, Bagaimana Kans Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2024?
Selasa, 01 Maret 2022 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
“Hasil kemarin sudah bisa diprediksi jauh sebelum gugatan itu diajukan. Ini bukan semata soal hukum. Ada aspek politik yang tidak mungkin dipisahkan dari proses hukum. Apalagi, ini menyangkut kepentingan bagi kekuasaan hari ini, juga ke depan. Mudah dikalkulasi hasilnya,” kata Pengamat Politik Tony Rosyid kepada SINDOnews, belum lama ini.
Baca: Gugatan Ditolak MK, PKB Ajak Gatot Nurmantyo Cs Berjuang di Parlemen
Namun, menurut Tony, Gatot Nurmantyo dan sejumlah tokoh lain seperti Rizal Ramli dan LaNyalla Mahmud Mattalitti masih punya peluang untuk Nyapres atau menjadi calon wakil presiden (cawapres) di 2024. “Peluang tetap ada bagi siapa pun yang ingin ikut kontestasi di Pemilu 2024. Ada waktu dua tahun untuk mempersiapkan diri,” katanya.
Tony menjelaskan persiapan yang paling efektif adalah menaikkan elektabilitas. Menurut dia, butuh tim dan banyak panggung untuk branding. “Bagaimanapun, tiket parpol hanya akan diberikan kepada mereka yang potensial untuk menang. Target parpol itu menang, baik menang calon presidennya maupun legislatifnya,” ungkapnya.
Dia mengatakan, untuk mengukur siapa yang potensial menang dan layak diberikan tiket oleh partai adalah kandidat yang elektabilitasnya tinggi. “Ini yang harus dikejar oleh mereka yang berada di luar partai. Kalau elektabilitas tinggi, tiket dan logistik akan datang sendiri. Kalau elektabilitas pas-pasan, logistik harus kuat. Itu pun hanya bisa membidik posisi cawapres,” jelasnya.
Dia melihat banyak tokoh yang berkapasitas terganjal karena faktor presidential threshold (PT) 20 persen. Dia mengakui angka 20 persen memang terlalu tinggi dan ini telah menutup ruang bagi banyak tokoh hebat Indonesia untuk ikut berkontestasi di Pilpres 2024.
“Tapi, itulah undang-undang kita. Idealnya PT itu disesuaikan dengan perolehan suara terkecil partai. Sehingga, setiap partai bisa mencalonkan kader atau tokoh. Maka, akan ada penjaringan dan ruang kesempatan yang lebih luas,” kata Tony.
Baca: Gugatan Ditolak MK, PKB Ajak Gatot Nurmantyo Cs Berjuang di Parlemen
Namun, menurut Tony, Gatot Nurmantyo dan sejumlah tokoh lain seperti Rizal Ramli dan LaNyalla Mahmud Mattalitti masih punya peluang untuk Nyapres atau menjadi calon wakil presiden (cawapres) di 2024. “Peluang tetap ada bagi siapa pun yang ingin ikut kontestasi di Pemilu 2024. Ada waktu dua tahun untuk mempersiapkan diri,” katanya.
Tony menjelaskan persiapan yang paling efektif adalah menaikkan elektabilitas. Menurut dia, butuh tim dan banyak panggung untuk branding. “Bagaimanapun, tiket parpol hanya akan diberikan kepada mereka yang potensial untuk menang. Target parpol itu menang, baik menang calon presidennya maupun legislatifnya,” ungkapnya.
Dia mengatakan, untuk mengukur siapa yang potensial menang dan layak diberikan tiket oleh partai adalah kandidat yang elektabilitasnya tinggi. “Ini yang harus dikejar oleh mereka yang berada di luar partai. Kalau elektabilitas tinggi, tiket dan logistik akan datang sendiri. Kalau elektabilitas pas-pasan, logistik harus kuat. Itu pun hanya bisa membidik posisi cawapres,” jelasnya.
Dia melihat banyak tokoh yang berkapasitas terganjal karena faktor presidential threshold (PT) 20 persen. Dia mengakui angka 20 persen memang terlalu tinggi dan ini telah menutup ruang bagi banyak tokoh hebat Indonesia untuk ikut berkontestasi di Pilpres 2024.
“Tapi, itulah undang-undang kita. Idealnya PT itu disesuaikan dengan perolehan suara terkecil partai. Sehingga, setiap partai bisa mencalonkan kader atau tokoh. Maka, akan ada penjaringan dan ruang kesempatan yang lebih luas,” kata Tony.
Lihat Juga :