Sekjen PDIP Ingatkan Pentingnya Politik Tata Ruang
Jum'at, 25 Februari 2022 - 18:02 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan konsepsi Green Economy dan Blue Economy secara paradigmatik lahir pada tahun 1980-an sebagai respons kegagalan perekonomian dunia yang kapitalistik eksploitatif. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan konsepsi Green Economy dan Blue Economy secara paradigmatik lahir pada tahun 1980-an sebagai respons kegagalan perekonomian dunia yang kapitalistik eksploitatif. Menurut Hasto, ini bukan gagasan baru. Pasalnya, para pendiri bangsa sudah sejak awal merintis ini.
Demikian disampaikannya saat memberikan Kuliah Umum berjudul "Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Ekonomi Hijau dan Digital Menuju Indonesia Emas 2045" di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/2/2022). Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, PDIP: Dunia Harus Bersatu Hentikan Perang
"Djoeanda (Raden Djoeanda Kartawidjaja), ketika dipercaya oleh Bung Karno menjadi Perdana Menteri, ia memilih membangun waduk-waduk pembangkit listrik tenaga air seperti Jatiluhur. Mengintegrasikan hutan-hutan tidak boleh diberikan kepada swasta dan asing karena kesadaran dari Soekarno bahwa Indonesia yang berfungsi sebagai paru-paru dunia bersama Brasil dan Kongo," ujar Hasto.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua DPP PDIP Prof Rokhmin Dahuri bersama Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan dan sejumlah kepala daerah wilayah Jawa Timur termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Karena itu, dia menyayangkan jikalau ada peneliti atau ahli menyampaikan konsep Green Economy dengan berkiblat dengan dunia barat. Lupa menggali seluruh konsepsi dari bangsa sendiri yang berada di wilayah laut. Seharusnya semua berdasarkan Pancasila serta memahami kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Demikian disampaikannya saat memberikan Kuliah Umum berjudul "Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Ekonomi Hijau dan Digital Menuju Indonesia Emas 2045" di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/2/2022). Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina, PDIP: Dunia Harus Bersatu Hentikan Perang
"Djoeanda (Raden Djoeanda Kartawidjaja), ketika dipercaya oleh Bung Karno menjadi Perdana Menteri, ia memilih membangun waduk-waduk pembangkit listrik tenaga air seperti Jatiluhur. Mengintegrasikan hutan-hutan tidak boleh diberikan kepada swasta dan asing karena kesadaran dari Soekarno bahwa Indonesia yang berfungsi sebagai paru-paru dunia bersama Brasil dan Kongo," ujar Hasto.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua DPP PDIP Prof Rokhmin Dahuri bersama Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan dan sejumlah kepala daerah wilayah Jawa Timur termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Karena itu, dia menyayangkan jikalau ada peneliti atau ahli menyampaikan konsep Green Economy dengan berkiblat dengan dunia barat. Lupa menggali seluruh konsepsi dari bangsa sendiri yang berada di wilayah laut. Seharusnya semua berdasarkan Pancasila serta memahami kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Lihat Juga :