Dijerat Dengan Pasal Berlapis, Indra Kenz Terancam 20 Tahun Penjara dan Aset Disita
Kamis, 24 Februari 2022 - 22:58 WIB
loading...
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Indra Kenz dijerat pasal berlapis dengan ancaman 20 tahun penjara. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bareskrim Polri telah menetapkan pelaku investasi bodong aplikasi Binomo yakni Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai tersangka pada Kamis (24/2/2022).
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan Indra Kenz ditetapkan tersangka setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara atas laporan polisi yang disampaikan oleh pelapor berinisial MN.
Laporan polisi tersebut bernomor B/0058/II/2022/Bareskrim tertanggal 3 Febuari 2022 tentang dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik dan/atau penipuan, perbuatan curang dan/atau TPPU.
Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan Binomo, Crazy Rich Indra Kenz Ditahan
Setelah hampir tujuh jam diperiksa sejak Kamis (24/2/2022) siang, Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka dengan dasar pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti berupa akun YouTube dan bukti transfer.
Ramadhan mengungkapkan pihaknya menjerat Indra Kenz dengan pasal berlapis diantara yakni untuk UU ITE Dijerat dengan dua pasal yakni Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2, Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyebutkan Indra Kenz ditetapkan tersangka setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara atas laporan polisi yang disampaikan oleh pelapor berinisial MN.
Laporan polisi tersebut bernomor B/0058/II/2022/Bareskrim tertanggal 3 Febuari 2022 tentang dugaan tindak pidana judi online dan/atau penyebaran berita bohong atau hoaks melalui media elektronik dan/atau penipuan, perbuatan curang dan/atau TPPU.
Baca juga: Jadi Tersangka Penipuan Binomo, Crazy Rich Indra Kenz Ditahan
Setelah hampir tujuh jam diperiksa sejak Kamis (24/2/2022) siang, Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka dengan dasar pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti berupa akun YouTube dan bukti transfer.
Ramadhan mengungkapkan pihaknya menjerat Indra Kenz dengan pasal berlapis diantara yakni untuk UU ITE Dijerat dengan dua pasal yakni Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2, Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 28 ayat 1.
Lihat Juga :