IPDN Hadirkan Wali Kota dan Bupati yang Sukses Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi
Kamis, 24 Februari 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
"Keberhasilan nasional Indonesia dalam pertumbuhan yakni senilai 3,69% dipengaruhi oleh keberhasilan nasional dalam pengendalian penanganan Covid-19, tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi di dalam penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi serta kebijakan stimulus dari pemerintah juga sinergitas beberapa otoritas didalam pemantapan stabilitas dan percepatan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Baca juga: Anies Harapkan Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Bisnis Dunia
Hal inilah yang mendasari Rektor IPDN mengundang pimpinan-pimpinan daerah yang dinilai memiliki prestasi gemilang, terutama dengan kaitannya terkait pertumbuhan ekonomi selama pandemi ini.
"Makassar di bawah kepemimpinan Pak Mohammad Ramdhan ini, tahun 2021 mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4,65%, kiprahnya membangun Kota Makassar juga dapat dijadikan bahan percontohan untuk kita semua. Sedangkan Solo, Batu Bara, dan Gorontalo, di tengah pandemi juga masih bisa mempertahankan ekspornya. Kita lihat kemampuan ekspor di Solo mencapai 15,57%, Batu Bara 13,71% dan Gorontalo 10,97%. Ketiga daerah ini memiliki kemampuan yang baik dalam mempertahankan ekspornya ditengah pandemi," ujar Hadi.
Rektor IPDN juga kembali memberikan highlite terkait posisi Indonesia yang saat ini masih menduduki ranking ke-73 dari 193 negara terkait pertumbuhan ekonominya. Sedangkan dari segi daya saing bisnis, Indonesia berada di posisi 37. "Ada kenaikan ranking dari segi daya saing, tahun 2020 kita berada di urutan ke 40 dari 64 negara, tahun ini ada di posisi 37. Kalau untuk daya saing digital kita ada diurutan ke-53," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo memaparkan terkait desain skenario penanganan Covid-19 yang diimplementasikan di daerahnya yakni pemulihan ekonomi dengan cara pertanian terpadu dan UMKM, pengembangan kesehatan serta transformasi birokrasi/pemerintahan transformatif. Sedangkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang hadir secara daring menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemkot dalam rangka meningkatkan pemulihan ekonomi.
"Kota solo terus bergerak membentuk kota tangguh yang berbasis kearifan dan potensi lokal, kebut vaksinasi dan kebut pemulihan ekonomi menjadi prioritas Kota Surakarta. Kebut vaksinasi melalui berbagai kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, TNI Polri dan lain sebagainya," katanya.
Baca juga: Anies Harapkan Jakarta Jadi Pusat Ekonomi Bisnis Dunia
Hal inilah yang mendasari Rektor IPDN mengundang pimpinan-pimpinan daerah yang dinilai memiliki prestasi gemilang, terutama dengan kaitannya terkait pertumbuhan ekonomi selama pandemi ini.
"Makassar di bawah kepemimpinan Pak Mohammad Ramdhan ini, tahun 2021 mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4,65%, kiprahnya membangun Kota Makassar juga dapat dijadikan bahan percontohan untuk kita semua. Sedangkan Solo, Batu Bara, dan Gorontalo, di tengah pandemi juga masih bisa mempertahankan ekspornya. Kita lihat kemampuan ekspor di Solo mencapai 15,57%, Batu Bara 13,71% dan Gorontalo 10,97%. Ketiga daerah ini memiliki kemampuan yang baik dalam mempertahankan ekspornya ditengah pandemi," ujar Hadi.
Rektor IPDN juga kembali memberikan highlite terkait posisi Indonesia yang saat ini masih menduduki ranking ke-73 dari 193 negara terkait pertumbuhan ekonominya. Sedangkan dari segi daya saing bisnis, Indonesia berada di posisi 37. "Ada kenaikan ranking dari segi daya saing, tahun 2020 kita berada di urutan ke 40 dari 64 negara, tahun ini ada di posisi 37. Kalau untuk daya saing digital kita ada diurutan ke-53," ujarnya.
Pada kesempatan ini, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo memaparkan terkait desain skenario penanganan Covid-19 yang diimplementasikan di daerahnya yakni pemulihan ekonomi dengan cara pertanian terpadu dan UMKM, pengembangan kesehatan serta transformasi birokrasi/pemerintahan transformatif. Sedangkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang hadir secara daring menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemkot dalam rangka meningkatkan pemulihan ekonomi.
"Kota solo terus bergerak membentuk kota tangguh yang berbasis kearifan dan potensi lokal, kebut vaksinasi dan kebut pemulihan ekonomi menjadi prioritas Kota Surakarta. Kebut vaksinasi melalui berbagai kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, TNI Polri dan lain sebagainya," katanya.
Lihat Juga :