Kemenag Pakai Kriteria Baru Tentukan Awal Bulan Hijriah, Ini Dampaknya
Kamis, 24 Februari 2022 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
"Oleh karena itu, Kementerian Agama menetapkan untuk menggunakan kriteria baru yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS,” kata Kamaruddin Amin, dikutip dari laman resmi Kemenag, Kamis,(24/2/2022).
Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ditjen Bimas Islam Ismail Fahmi menjelaskan perubahan kriteria penanggalan hijriah dilakukan MABIMS sebagai jawaban atas banyaknya masukan terhadap kriteria 2 derajat dan elongasi 3 derajat. Nantinya penerapan kriteria baru MABIMS akan berdampak pada perubahan dalam penghitungan (hisab) awal bulan hijriah.
“Secara hisab, diprediksi akan ada perubahan awal Ramadan dan Zulhijah 1443 H dan Safar 1444 H. Kita akan ubah sesuai dengan kriteria baru, kemudian sosialisasikan kepada masyarakat dan membuat surat edaran yang akan diberikan kepada ormas-ormas Islam,” ucap Ismail.
“Perubahan yang saya maksudkan ini adalah dalam penentuan awal hijriah secara hisab. Adapun secara rukyat, proses konfirmasi akan tetap kita lakukan saat menjelang awal Ramadan, awal Syawal, dan awal Zulhijjah,” kata dia.
Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ditjen Bimas Islam Ismail Fahmi menjelaskan perubahan kriteria penanggalan hijriah dilakukan MABIMS sebagai jawaban atas banyaknya masukan terhadap kriteria 2 derajat dan elongasi 3 derajat. Nantinya penerapan kriteria baru MABIMS akan berdampak pada perubahan dalam penghitungan (hisab) awal bulan hijriah.
“Secara hisab, diprediksi akan ada perubahan awal Ramadan dan Zulhijah 1443 H dan Safar 1444 H. Kita akan ubah sesuai dengan kriteria baru, kemudian sosialisasikan kepada masyarakat dan membuat surat edaran yang akan diberikan kepada ormas-ormas Islam,” ucap Ismail.
“Perubahan yang saya maksudkan ini adalah dalam penentuan awal hijriah secara hisab. Adapun secara rukyat, proses konfirmasi akan tetap kita lakukan saat menjelang awal Ramadan, awal Syawal, dan awal Zulhijjah,” kata dia.
(rca)
Lihat Juga :