4 Kasus Pengeras Suara Masjid di Indonesia, Nomor Terakhir Membuat Ratusan Orang Kehilangan Rumah

Kamis, 24 Februari 2022 - 05:30 WIB
loading...
4 Kasus Pengeras Suara...
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menerbitkan Surat Edaran No SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala memunculkan polemik di masyarakat. SE ini mengatur agar penggunaan pengeras suara masjid dibatasi dan hanya dinyalakan di waktu-waktu tertentu.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/2/2022), Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan bahwa pengeras suara masjid memang dibutuhkan umat Islam sebagai bagian dari syiar agama. Namun, menurutnya, masyarakat Indonesia sangat beragam, baik agama maupun latar belakangnya, sehingga pengaturan pengeras suara masjid bertujuan untuk kemaslahatan bersama.

"Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat," ujar Menag Yaqut.



Penggunaan pengeras suara masjid tanpa aturan memang banyak dikeluhkan. Tidak saja oleh nonmuslim, tapi juga umat Islam sendiri. Seperti dalam laporan media asing AFP berjudul "Kesalehan atau polusi suara? Indonesia atasi reaksi volume adzan" yang diterbitkan pada pertengahan Oktober 2021 lalu. Rina, seorang muslimah berusia 31 tahun, mengalami insomnia dan gangguan kecemasan gara-gara kerap tersentak bangun oleh pengeras suara masjid yang begitu keras pada pukul 03.00 pagi. Masjid itu berada di dekat rumahnya di pinggiran Jakarta.

"Pengeras suara tidak hanya digunakan untuk azan tetapi juga digunakan untuk membangunkan orang 30-40 menit sebelum waktu salat subuh," katanya kepada AFP seperti dikutip, Rabu (23/2/2022).

Meski seorang muslimah, Rina tak berani mengeluhkan hal itu, apalagi memprotesnya. Tindakan itu akan membawa bencana kepada dirinya karena bisa berujung bui.

Baca juga: Menag Terbitkan Pedoman Penggunaan Pengeras Suara Masjid, Paling Lama 10 Menit Sebelum Azan

Kekhawatiran itu memang bukan tanpa alasan. Sejumlah peristiwa sosial di Indonesia pernah terjadi gara-gara mengeluhkan pengeras suara masjid. Berikut ini beberapa kasus yang berkaitan dengan pengeras suara masjid?

1. Kasus Meiliana

4 Kasus Pengeras Suara Masjid di Indonesia, Nomor Terakhir Membuat Ratusan Orang Kehilangan Rumah

FOTO/ICJR


Pengadilan Negeri Medan memvonis 1,5 tahun kepada seorang warga keturunan Tionghoa bernama Meiliana, warga Tanjung Balai, Medan, Sumatera Utara pada 21 Agustus 2018. Kasus ini berawal dari protes Meiliana terhadap suara azan yang menggema di Masjid Al Maksun pada 29 Juli 2016. Dia kemudian berdebat keras dengan jamaah masjid, sehingga menyulut amarah warga. Meiliana dibawa akhirnya kantor Kelurahan Tanjung Balai Kota 1 agar meminta maaf.

Protes terhadap suara azan itu lalu memicu perusakan rumah Meiliana. Tak berhenti di situ, massa juga menyerang Vihara Tri Ratna dan Kelenteng Dewi Samudera di tepi Sungai Asahan dan meluas. Total 3 vihara, 8 kelenteng, 2 yayasan Tionghoa, dan satu tempat pengobatan rusak.

Dari rentetan peristiwa itu, pada Maret 2017, Meiliana dijadikan tersangka penistaan agama. Delapan orang yang terlibat perusakan vihara dan kelenteng juga diseret ke meja hukum dan divonis 1 sampai 3 bulan penjara.

2. Kasus Sayed Hasan

4 Kasus Pengeras Suara Masjid di Indonesia, Nomor Terakhir Membuat Ratusan Orang Kehilangan Rumah

Penggugat pengeras suara masjid Sayed Hasan (tengah) menulis pernyataan mencabut gugatan di Pengadilan. FOTO/ANTARA/Irwansyah Putra


Sayed Hasan adalah warga Banda Aceh. Pada 2013, kakek berusia 75 tahun itu merasa terganggu dengan 10 pelantang suara di masjid sekitar rumahnya. Sayed Hasan kemudian menggugat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama dan sejumlah sejumlah pihak. Namun Kasus ini kemudian berakhir damai.

3. Kasus Zaskia Adya Mecca

4 Kasus Pengeras Suara Masjid di Indonesia, Nomor Terakhir Membuat Ratusan Orang Kehilangan Rumah

Foto/Instagram

Selebritas Zaskia Adya Mecca juga pernah mengeluhkan cara membangunkan sahur melalui pengeras suara masjid di dekat rumahnya pada April 2021. Istri sutradra film Hanung Bramantyo tersebut merekam aksi orang yang membangunkan sahur dengan meniru Takiya Genji. Zaskia lalu mengunggahnya di akun Instagram pribadinya.

"Cuma mau nanya, ini bangunin model begini lagi hits katanya? Terus etis enggak sih pakai toa masjid bangunin model begini? Apalagi kita tinggal di Indonesia yang agamanya pun beragam. Apa iya dengan begini jadi tidak menganggu yang lain tidak menjalankan sahur?" tulisnya di caption video tersebut.

Menurutnya, cara membangunkan sahur seperti itu tidak layak dilakukan. Sebab, tidak semua orang berpuasa dan sahur. Aksi itu dinilai tidak menghargai orang lain yang sedang tidur. "Aku yang asing, atau situasi yang semakin asing ya. Buatku kok enggak lucu, enggak etis, enggak menghargai orang lain. Buat kamu bagaimana, apa aku yang terlalu serius?" tutupnya.

Unggahan ini mengundang pro dan kontra netizen. Bahkan tak sedikit ujaran kebencian dialamatkan kepada Zaskia Adya Mecca. Untuk meluruskan hal ini, Zaskia mengundang orang di balik suara membangunkan sahur yang dirasa mengganggu. Dia merekam perbincangan dengan orang tersebut dan mengunggahnya di kanal Youtube miliknya.

"Jadi yang memang ingin bertabayun, silakan melihat secara keseluruhan dan runtun. Baik video Ig (ada 3 postingan video), caption juga tayangan full di Youtube," tulisnya. Setelah itu, kasus ini mereda dengan sendirinya.

4. Kasus Tolikara

4 Kasus Pengeras Suara Masjid di Indonesia, Nomor Terakhir Membuat Ratusan Orang Kehilangan Rumah

Foto/DOK.KORAN SINDO


Penggunaan pengeras suara saat salat Idul Fitri di lapangan Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1702-11, Karubaga, Tolikara, Papua, pada 17 Juli 2015, diprotes masyarakat sekitar. Ketika umat Islam sedang salat Idul Fitri rekaat pertama, tiba-tiba datang sejumlah orang berusaha menghentikan ibadah.

Hal ini membuat jamaah salat Idul Fitri kehilangan konstrasi ibadah. Dua kelompok itu lalu saling lempar batu.

Tak berapa terdengar tembakan dari aparat. Tembakan ini tak meredakan situasi, tapi malah memicu kerusuhan lebih besar. Sejumlah kios dan rumah di sekitar Markas Koramil terbakar.

Berdasarkan hasil analisi Komnas HAM, kerusuhan ini dipicu kemarahan jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Mereka sebelumnya telah memberikan imbauan tapi malah kegiatan ibadah salat Idul Fitri dijaga polisi.

Tembakan aparat juga melukai 11 orang dan menyebab seorang meninggal dunia. Hal ini kemudian memicu pembakaran kios, rumah, dan tempat ibadah.

Peristiwa itu menyebabkan kurang lebih 400 orang mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 153 orang menyebar di 2 titik pengungsian dan sisanya kembali ke daerah.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Kemenag Gelar Sidang...
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijjah dan Iduladha 2026 Sore Ini
Kemenag Cabut Izin Ponpes...
Kemenag Cabut Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Buntut Kasus Pencabulan Santriwati
Kemenag Akan Pantau...
Kemenag Akan Pantau Hilal Awal Zulhijah 1447 H pada 17 Mei 2026 di 88 Titik, Ini Lokasinya
Perkuat Layanan, Kemenag...
Perkuat Layanan, Kemenag Bangun 1.758 Gedung KUA melalui SBSN
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
12 Jenis Pisang Terbaik...
12 Jenis Pisang Terbaik di Dunia, Nomor 4 dari Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved