Di Ponpes Gus Miftah: Ustaz Khalid Basalamah Dijadikan Wayang, Dipukuli Prabu Baladewa
Senin, 21 Februari 2022 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu adegan juga memperlihatkan wayang Khalid Basalamah bertemu dengan Prabu Baladewa. Prabu Baladewa murka dengan pernyataan Khalid Basalamah soal wayang. Ia pun meluapkan amarah dengan memukuli Khalid Basalamah dan menginjak-injaknya. "Bajingan kowe," kata Prabu Baladewa.
Sebelum pertunjukan wayang, Gus Miftah mengaku banyak ditelepon wartawan yang menanyakan tujuan pagelaran wayang di pesantrennya. Menurutnya, ia ingin semua orang tidak terprovokasi dengan perbedaan pendapat soal apakah wayang haram atau tidak dan layak dimusnahkah atau tidak.
"Wayang itu langgeng (abadi) atau musnah, tergantung awake dewe (kita sendiri), wong (orang) Indonesia. Arep dipertahankan koyo opo, ora ono sing nanggap yo modar (mau dipertahankan seperti apa pun, kalau tidak ada yang nanggap ya musnah," katanya.
Baca juga: Heboh Wayang Haram, Ini Klarifikasi Lengkap dan Permohonan Maaf Ustaz Khalid Basalamah
Gus Miftah mengajak semua orang untuk peduli kepada seniman dengan menjaga wayang bersama-bersama. Jangan sampai 20-30 tahun ke depan, anak cucu tidak kenal dengan budaya sendiri.
Dalam sambutannya, Gus Miftah juga membacakan pernyataan sikap yang mirip puisi. Berikut ini pernyataannya:
Sebelum pertunjukan wayang, Gus Miftah mengaku banyak ditelepon wartawan yang menanyakan tujuan pagelaran wayang di pesantrennya. Menurutnya, ia ingin semua orang tidak terprovokasi dengan perbedaan pendapat soal apakah wayang haram atau tidak dan layak dimusnahkah atau tidak.
"Wayang itu langgeng (abadi) atau musnah, tergantung awake dewe (kita sendiri), wong (orang) Indonesia. Arep dipertahankan koyo opo, ora ono sing nanggap yo modar (mau dipertahankan seperti apa pun, kalau tidak ada yang nanggap ya musnah," katanya.
Baca juga: Heboh Wayang Haram, Ini Klarifikasi Lengkap dan Permohonan Maaf Ustaz Khalid Basalamah
Gus Miftah mengajak semua orang untuk peduli kepada seniman dengan menjaga wayang bersama-bersama. Jangan sampai 20-30 tahun ke depan, anak cucu tidak kenal dengan budaya sendiri.
Dalam sambutannya, Gus Miftah juga membacakan pernyataan sikap yang mirip puisi. Berikut ini pernyataannya:
Lihat Juga :