KSP: Presiden Jokowi Umumkan Calon Kepala Otorita IKN pada Maret atau April
Jum'at, 18 Februari 2022 - 16:54 WIB
loading...
Presiden Jokowi bakal mengumumkan kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Maret atau April. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menentukan siapa kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal itu selaras dengan langkah Jokowi yang menandatangani Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Wendy Tuturoong mengatakan pemilihan kepala otorita IKN bakal diumumkan pada Maret atau April tahun ini. "Iya betul (Maret atau April)," ujar Wendy, Jumat (18/2/2022).
Wendy mengatakan bahwa kepala otorita IKN bakal diumumkan setelah aturan turunan UU IKN yakni terkait otorita IKN. "Kalau nggak berbarengan, setelah Perpres Otorita terbit," kata Wendy.
Baca juga: DPR Sebut Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Kepala Otorita IKN
Wendy mengatakan dalam memilih calon kepala otorita IKN nantinya mirip dengan pemilihan menteri kabinet. Menurut Wendy, Jokowi bakal menerima masukan dari berbagai pihak mengenai calon kepala otorita itu. "Karena ini jabatan setingkat menteri, jadi seperti biasanya pemilihan menteri. Tapi tentu Presiden akan menerima masukan dari berbagai pihak," jelasnya.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Wendy Tuturoong mengatakan pemilihan kepala otorita IKN bakal diumumkan pada Maret atau April tahun ini. "Iya betul (Maret atau April)," ujar Wendy, Jumat (18/2/2022).
Wendy mengatakan bahwa kepala otorita IKN bakal diumumkan setelah aturan turunan UU IKN yakni terkait otorita IKN. "Kalau nggak berbarengan, setelah Perpres Otorita terbit," kata Wendy.
Baca juga: DPR Sebut Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Kepala Otorita IKN
Wendy mengatakan dalam memilih calon kepala otorita IKN nantinya mirip dengan pemilihan menteri kabinet. Menurut Wendy, Jokowi bakal menerima masukan dari berbagai pihak mengenai calon kepala otorita itu. "Karena ini jabatan setingkat menteri, jadi seperti biasanya pemilihan menteri. Tapi tentu Presiden akan menerima masukan dari berbagai pihak," jelasnya.
Lihat Juga :