Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Rabu, 16 Februari 2022 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia menguraikan, berdasarkan survei sampai akhir 2021 lalu, dapat dipetakan bahwa pemilih PKS cenderung memilih Anies, Prabowo, dan Sandi. Pemilih PAN lebih memilih Anies, Prabowo, dan Ganjar Pranowo. Pemilih PKB cenderung memilih Ganjar, Khofifah Indar Parawansa, Prabowo, dan Sandi. Sementara pemilih PPP condong memilih Prabowo, Ganjar dan Anies. “Pemilih muslim adalah pemilih partai Islam, maka pemilih parpol Islam tidak ngeblok ke salah satu pihak,” ujarnya.
Djayadi mengakui, bila dilihat dari proporsinya, basis massa parpol Islam memang cenderung memilih Prabowo, lalu Anies, Ganjar, Khofifah dan Sandi. Preferensi ini pun akan berbeda di setiap wilayah Indonesia. “Kalau dilihat dari pemilih partai Islam, proporsinya lebih banyak Prabowo lalu Anies. Baru kemudian, Ganjar, Khofifah dan Sandi. Jawa Tengah cenderung ke Ganjar, Sumatera cenderung ke Prabowo dan Sandi, Sulawesi juga begitu,” terang Djayadi.
Baca juga: Bursa Capres 2024 Klaster Kepala Daerah, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat
Soal simulasi mana yang lebih disukai pemilih muslim, menurut Djayadi juga masih sulit memperhitungkannya. Situasi politik hari ini masih sangat dinamis, sedangkan konfigurasi paslon ini akan sangat ditentukan koalisi parpol. Berbeda dengan 2014 dan 2019 yang mempertemukan dua calon dominan, Djayadi melihat belum ada calon yang dominan untuk Pilpres 2024.
“2024 sekarang ini belum ada calon dominan jadi pasangan manapun masih sangat cair, mau Prabowo-Sandi, Anies-Sandi, kalau dari nama itu semua maih mungkin, dan kita belum menentukan sekarang siapa yang paling unggul,” jelasnya.
“Sekarang dicek aja siapa 3 besar. Ada Prabowo, Ganjar, dan Anies. Selisih di antara mereka belum jauh, Pak Prabowo kalau simulasi banyak nama ada di 25-an%, semnetara pak Ganjar antara 15-20%, Anies antara 12-17-an%. Jadi, belum ada yang dominan banget seperti yang di 2014 atau 2019,” ungkap Djayadi.
Djayadi mengakui, bila dilihat dari proporsinya, basis massa parpol Islam memang cenderung memilih Prabowo, lalu Anies, Ganjar, Khofifah dan Sandi. Preferensi ini pun akan berbeda di setiap wilayah Indonesia. “Kalau dilihat dari pemilih partai Islam, proporsinya lebih banyak Prabowo lalu Anies. Baru kemudian, Ganjar, Khofifah dan Sandi. Jawa Tengah cenderung ke Ganjar, Sumatera cenderung ke Prabowo dan Sandi, Sulawesi juga begitu,” terang Djayadi.
Baca juga: Bursa Capres 2024 Klaster Kepala Daerah, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat
Soal simulasi mana yang lebih disukai pemilih muslim, menurut Djayadi juga masih sulit memperhitungkannya. Situasi politik hari ini masih sangat dinamis, sedangkan konfigurasi paslon ini akan sangat ditentukan koalisi parpol. Berbeda dengan 2014 dan 2019 yang mempertemukan dua calon dominan, Djayadi melihat belum ada calon yang dominan untuk Pilpres 2024.
“2024 sekarang ini belum ada calon dominan jadi pasangan manapun masih sangat cair, mau Prabowo-Sandi, Anies-Sandi, kalau dari nama itu semua maih mungkin, dan kita belum menentukan sekarang siapa yang paling unggul,” jelasnya.
“Sekarang dicek aja siapa 3 besar. Ada Prabowo, Ganjar, dan Anies. Selisih di antara mereka belum jauh, Pak Prabowo kalau simulasi banyak nama ada di 25-an%, semnetara pak Ganjar antara 15-20%, Anies antara 12-17-an%. Jadi, belum ada yang dominan banget seperti yang di 2014 atau 2019,” ungkap Djayadi.
Lihat Juga :