Kampus Merdeka, Merdeka Stunting

Jum'at, 11 Februari 2022 - 15:17 WIB
loading...
A A A
Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk selama satu semester atau setara dengan 20 SKS menempuh pembelajaran di luar program studi pada perguruan tinggi yang sama; dan paling lama 2 (dua) semester atau setara dengan 40 SKS menempuh pembelajaran pada program studi yang sama di perguruan tinggi yang berbeda, pembelajaran pada program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang berbeda; dan/atau pembelajaran di luar perguruan tinggi. Dengan demikian MBKM dapat menjadi salah satu instrumen perguruan tinggi untuk memperkokoh pendampingan perguruan tinggi pada pemerintah daerah dalam program prioritas nasional semisal percepatan penurunan stunting.

Mahasiswa yang mengikuti program Kampus Merdeka diharapkan tidak dibebani tugas kuliah selama menjalani program sehingga mereka bisa fokus. Perguruan tinggi harus rela melepas mahasiswa “terbang bebas” menemukan hari esok dan dunia baru.

Tantangan yang harus dihadapi adalah bahwa belum semua perguruan tinggi memahami dan mampu mengimplementasikan Kampus Merdeka, apalagi sampai menyetarakan kegiatan ini dengan 20 SKS. Mengapa? Sebagian program studi di perguruan tinggi dengan kurikulum yang ketat telah menyiapkan mahasiswa untuk mencapai learning outcomes sebelum lulus sarjana dengan mengambil matakuliah-matakuliah yang “baku”.

Pemantauan pengukuran status gizi adalah hal krusial yang saat ini banyak dikerjakan oleh kader-kader posyandu. Validitas alat ukur dan kemampuan kader mengukur status gizi menjadi sangat penting sebab kekeliruan pengukuran dapat menyebabkan data status gizi di masyarakat menjadi data sampah sehingga program-program yang dijalankan pemerintah menjadi salah sasaran.

Oleh sebab itu, kemampuan mahasiswa untuk mendampingi posyandu dalam program Kampus Merdeka dapat menjadi salah satu strategi memecahkan masalah stunting. Harus dipahami bahwa pemerintah saat ini telah melibatkan 23 kementerian/lembaga untuk bersama-sama Kemenkes mengelola program konvergensi stunting. Ini berarti bahwa problem gizi tidak lagi sekadar dianggap sebagai problem kesehatan, namun problem kompleks yang harus dipecahkan secara multisektor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BGN Wajibkan Dapur MBG...
BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita, Ahli Gizi: Fokus Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Program MBG Dinilai...
Program MBG Dinilai Bantu Atasi Stunting dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Prabowo: MBG Jawaban...
Prabowo: MBG Jawaban Negara Atas Masalah Gizi Anak Indonesia
Buku Indonesiaku 2045:...
Buku Indonesiaku 2045: Orkestrasi Pembangunan SDM Indonesia Berkelanjutan Resmi Diluncurkan
Terkait Kematian Ibu...
Terkait Kematian Ibu Hamil di Papua, Kemenkes: Jika Ditemukan Pelanggaran, RS Bakal Ditindak Tegas
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
5 Buah Terbaik untuk...
5 Buah Terbaik untuk Ibu Hamil: Kaya Nutrisi, Baik untuk Kesehatan Ibu dan Janin
Ingin Persalinan Normal...
Ingin Persalinan Normal Lancar? Ini 5 Tips yang Wajib Dilakukan Ibu Hamil
Rekomendasi
Ion Water Gandeng Hyrox...
Ion Water Gandeng Hyrox Jakarta, Buka Jalan Atlet Fitness Indonesia ke Panggung Global
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
Berita Terkini
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Prabowo Lantik Kepala...
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil BGN Baru pada Senin 8 Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved