Wujudkan Pers Sehat dan Bermartabat
Rabu, 09 Februari 2022 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
Dari titik ini, kita optimistis ke depan akan memiliki fondasi yang kian kokoh. Artinya, ketika menghadapi apa pun situasi zaman, sejatinya institusi pers sudah tidak mudah goyah. Mungkin yang dibutuhkan hanyalah lebih bersifat penyesuaian-penyesuaian platform, model distribusi konten, dan strategi bisnis lain.
Kita bersyukur, di level global tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap informasi yang disampaikan media massa di tengah wabah pandemi ini masih sangat tinggi. Hal ini seharusnya menjadi tambahan modal untuk terus mengokohkan roh jurnalisme, sembari memformulasikan skema yang tepat untuk menghadapi perubahan zaman era digital ini.
Memang bukan jalan yang mudah, namun ini juga bukan hal mustahil. Selain terus menjalin kolaborasi di level internal, pers Indonesia juga saatnya memiliki daya tawar yang kuat terhadap platform digital. Lobi-lobi ini, sekali lagi, bisa dibangun jika pers Indonesia memang memiliki kekhasan yang kuat, seperti matangnya verifikasi data dan jauh dari berita hoaks hingga membangun persatuan bangsa.
Meminjam istilah Wakil Presiden Ma’ruf Amin, kehadiran era digital adalah tak terelakkan. Pers Indonesia diminta tak terlalu galau menghadapinya, namun bagaimana terampil memanfaatkan kemajuan teknologi digital itu menjadi kekuatan baru. Maka, dalam situasi yang harus berdampingan itu, yang terpenting adalah menciptakan kemandirian atau kedaulatan digital. Ini tentu lebih dari sekadar sebuah bangunan ekosistem media yang sehat atau setara semata.
Dan, pers yang sehat sejatinya bukan saja menjadi tujuan institusi atau insan pers. Dengan pers sehat akan tercipta publik Indonesia yang cerdas sekaligus berkualitas. Bahkan menjadi pers yang kian terhormat dan bermartabat. Semoga puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara, bisa menghasilkan rumusan yang strategis untuk tujuan besar itu.
Kita bersyukur, di level global tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap informasi yang disampaikan media massa di tengah wabah pandemi ini masih sangat tinggi. Hal ini seharusnya menjadi tambahan modal untuk terus mengokohkan roh jurnalisme, sembari memformulasikan skema yang tepat untuk menghadapi perubahan zaman era digital ini.
Memang bukan jalan yang mudah, namun ini juga bukan hal mustahil. Selain terus menjalin kolaborasi di level internal, pers Indonesia juga saatnya memiliki daya tawar yang kuat terhadap platform digital. Lobi-lobi ini, sekali lagi, bisa dibangun jika pers Indonesia memang memiliki kekhasan yang kuat, seperti matangnya verifikasi data dan jauh dari berita hoaks hingga membangun persatuan bangsa.
Meminjam istilah Wakil Presiden Ma’ruf Amin, kehadiran era digital adalah tak terelakkan. Pers Indonesia diminta tak terlalu galau menghadapinya, namun bagaimana terampil memanfaatkan kemajuan teknologi digital itu menjadi kekuatan baru. Maka, dalam situasi yang harus berdampingan itu, yang terpenting adalah menciptakan kemandirian atau kedaulatan digital. Ini tentu lebih dari sekadar sebuah bangunan ekosistem media yang sehat atau setara semata.
Dan, pers yang sehat sejatinya bukan saja menjadi tujuan institusi atau insan pers. Dengan pers sehat akan tercipta publik Indonesia yang cerdas sekaligus berkualitas. Bahkan menjadi pers yang kian terhormat dan bermartabat. Semoga puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang dipusatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara, bisa menghasilkan rumusan yang strategis untuk tujuan besar itu.
(bmm)
Lihat Juga :