Presiden Jokowi Ternyata Minta Menteri Banyak Bicara di Media, Mahfud: Tapi Bukan Kegenitan
Rabu, 09 Februari 2022 - 07:59 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi kerap meminta para menteri untuk banyak berbicara di media massa. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menuturkan, baginya pers konvensional memiliki dua arti. Pertama, saat hendak menyampaikan suatu informasi penting dan sensitif, kerap kali dia harus mengumumkan melalui publik terlebih dahulu untuk mendapat dukungan.
"Sebelum orang lain menanggapi, saya sudah konferensi pers terlebih dulu, ada begini, ada begini, terus publik mendukung dan ini menjadi lancar," kata Mahfud dalam YouTube Dewan Pers dikutip, Rabu (9/2/2022).
Dia memaparkan, dukungan dari pers amat berpengaruh. Salah satu contohnya terkait penanganan kasus BLBI yang tak kunjung selesai selama lebih kurang 20 tahun. Kala itu masyarakat skeptis atas kasus BLBI bisa diselesaikan. Namun, selepas pemerintah mengumumkan kebijakan dalam menangani BLBI melalui media, barulah dukungan kuat mengalir dari masyarakat.
"Sekarang kita alhamdulillah dalam 7 bulan bekerja kira-kira sudah berhasil menghimpun dana Rp20 triliun. Dari kata orang yang dulu hilang ya, itu yang penting," ucapnya.
"Sebelum orang lain menanggapi, saya sudah konferensi pers terlebih dulu, ada begini, ada begini, terus publik mendukung dan ini menjadi lancar," kata Mahfud dalam YouTube Dewan Pers dikutip, Rabu (9/2/2022).
Dia memaparkan, dukungan dari pers amat berpengaruh. Salah satu contohnya terkait penanganan kasus BLBI yang tak kunjung selesai selama lebih kurang 20 tahun. Kala itu masyarakat skeptis atas kasus BLBI bisa diselesaikan. Namun, selepas pemerintah mengumumkan kebijakan dalam menangani BLBI melalui media, barulah dukungan kuat mengalir dari masyarakat.
"Sekarang kita alhamdulillah dalam 7 bulan bekerja kira-kira sudah berhasil menghimpun dana Rp20 triliun. Dari kata orang yang dulu hilang ya, itu yang penting," ucapnya.
Lihat Juga :