Mahfud MD: Pemerintah Andalkan Pers untuk Dapat Dukungan Publik
Selasa, 08 Februari 2022 - 14:24 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan sebagai pejabat publik dirinya terus berbicara kepada media untuk mendapatkan dukungan publik dalam penetapan kebijakan di pemerintahan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan dirinya sebagai pejabat publik terus berbicara kepada media untuk mendapatkan dukungan publik dalam penetapan kebijakan di pemerintahan.
“Bagi saya pribadi sebagai Menko Polhukam, ketika saya mengatakan sesuatu yang penting dan sensitif, kadang saya sampaikan dulu kepada pers, agar mendapat dukungan publik, seperti saat saya bicara BLBI, sebelum orang lain menanggapi, saya sudah konferensi pers dulu, jadi publik mendukung, sehingga ke depan lebih gampang,” ujar Mahfud dalam pidato kuncinya secara daring pada hari kedua Konvensi Media Nasional yang diselenggarakan dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2022, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (8/2/2022).
Baca juga: Hari Pers Nasional 2022, SPS dan SDPPI Gelar Kendari Open Mic
Acara hari kedua yang membahas tentang ‘Membangun Model Media Massa yang Berkelanjutan,’ dihadiri Ketua Dewan Pers, Prof. Muhammad Nuh, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Atal S. Depari, Ketua Panitia Hari Pers Nasional 2022, Auri Jaya, jajaran Forkompimda Provinsi Sulawesi Tenggara, dan seluruh peserta Konvensi Nasional, yang hadir langsung di Kendari, serta secara daring.
Baca juga: Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian
Mahfud menjelaskan arahan Presiden dalam beberapa kali sidang kabinet kepada para Menteri agar berbicara kepada pers, bukan buat genit tapi agar publik tahu bahwa Menteri bekerja agar rakyat tahu dan mendapat masukan serta mendapat kritik yang objektif.
“Ada saja orang yang pesimistis bahwa BLBI yang sudah 22 tahun akan sulit dan tidak ada perkembangan, sebelum itu saya minta dukungan pers dulu agar kami kuat. Alhamdulillah Satgas BLBI sudah 7 bulan bekerja sudah terkumpul Rp20 triliun, itu semua antara lain karena peran pers,” ucapnya.
“Bagi saya pribadi sebagai Menko Polhukam, ketika saya mengatakan sesuatu yang penting dan sensitif, kadang saya sampaikan dulu kepada pers, agar mendapat dukungan publik, seperti saat saya bicara BLBI, sebelum orang lain menanggapi, saya sudah konferensi pers dulu, jadi publik mendukung, sehingga ke depan lebih gampang,” ujar Mahfud dalam pidato kuncinya secara daring pada hari kedua Konvensi Media Nasional yang diselenggarakan dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2022, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (8/2/2022).
Baca juga: Hari Pers Nasional 2022, SPS dan SDPPI Gelar Kendari Open Mic
Acara hari kedua yang membahas tentang ‘Membangun Model Media Massa yang Berkelanjutan,’ dihadiri Ketua Dewan Pers, Prof. Muhammad Nuh, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Atal S. Depari, Ketua Panitia Hari Pers Nasional 2022, Auri Jaya, jajaran Forkompimda Provinsi Sulawesi Tenggara, dan seluruh peserta Konvensi Nasional, yang hadir langsung di Kendari, serta secara daring.
Baca juga: Berlatar Belakang Wartawan, Jadi Menteri Kemudian
Mahfud menjelaskan arahan Presiden dalam beberapa kali sidang kabinet kepada para Menteri agar berbicara kepada pers, bukan buat genit tapi agar publik tahu bahwa Menteri bekerja agar rakyat tahu dan mendapat masukan serta mendapat kritik yang objektif.
“Ada saja orang yang pesimistis bahwa BLBI yang sudah 22 tahun akan sulit dan tidak ada perkembangan, sebelum itu saya minta dukungan pers dulu agar kami kuat. Alhamdulillah Satgas BLBI sudah 7 bulan bekerja sudah terkumpul Rp20 triliun, itu semua antara lain karena peran pers,” ucapnya.
Lihat Juga :