Gugus Tugas Umumkan Lima Kombinasi Obat yang Efektif Hambat Covid-19

Jum'at, 12 Juni 2020 - 19:51 WIB
loading...
Gugus Tugas Umumkan...
Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell UNAIR, Purwati. Foto/SINDOnews/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dan Universitas Airlangga (Unair) mengumumkan lima kombinasi obat yang memiliki potensi serta efektif untuk penanganan virus Corona (Covid-19) di Tanah Air.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair, Purwati menjelaskan lima kombinasi obat-obatan tersebut setelah dilakukan penelitian dari yang diambil dari obat-obatan yang sudah beredar di pasaran.

“Kami teliti untuk potensi dan efektivitas obat tersebut sehingga indikasinya diperluas menjadi obat untuk mempunyai efek sebagai antiviral dari SARS Cov-2 dengan penanganan Covid-19 yang berbasis dari virus yang di Indonesia,” kata Purwati di di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta (12/6/2020).

Kombinasi itu ditemukan melalui serangkaian daripada proses-proses pertama dilakukan yaitu uji toksisitas. “Apakah obat yang mau kita pakai itu toxic tidak untuk sel tubuh kita,” kata Purwati.

Kemudian yang kedua, mengecek atau meneliti potensi untuk membunuh atau daya killing terhadap virus SARS Cov 2. Ketiga yakni mengecek efektivitas sampai seberapa lama atau obat tersebut. “Kemudian kita juga mengecek beberapa faktor inflamasi dan anti-inflamasi,” tuturnya.(Baca juga: Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara dan Hak Politik Dicabut 5 Tahun )

Hasil penelitian, kata Purwati, dari 14 regimen obat yang telah diteliti akhirnya didapatkan lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus untuk menghambat virus. “Juga untuk menghambat atau menurunkan perkembangbiakan dari pada virus itu di sel,” katanya.

“Hal ini kita ikuti mulai bertahap mulai dari 24 jam, 48 jam dan 72 jam maka virus tersebut dari yang jumlahnya ratusan ribu, maka di sini sudah menjadi undetected. Kombinasi obat-obat tersebut belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara Unair, BNPB dan juga Badan Intelijen Negara,” sambung Purwati.

Purwati menjelaskan, lima macam kombinasi obat tersebut yaitu pertama lopinavir, ritonavir dan juga azitromisin. Kemudian yang kedua lopinavir, ritonavir dan doksisiklin. Yang ketiga lopinavir, ritonavir klaritromisin. Yang keempat hidroksiklorokuin dan juga azitromisin. Dan yang kelima kombinasi antara hidroksiklorokuin dan doksisiklin.

Purwati mengatakan dari beberapa obat tersebut pernah dilakukan suatu penelitian tetapi dosisnya tunggal.

“Jadi kenapa di sini kita memilih regimen kombinasi karena yang pertama mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus terhadap daya bunuh virus tersebut.”

Kedua, kata Purwati dosis yang dipakai di dalam kombinasi lebih kecil seperlima sampai sepertiga dari pada dosis tunggal. Sehingga sangat mengurangi toksisitas obat tersebut di dalam sel tubuh yang sehat.

“Kemudian yang keempat maka dengan menurunnya sampai dengan tidak terdeteksinya virus setelah diberikan regimen obat ini, maka hal itu akan bisa memutus mata rantai penularan,” ujarnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ivermectin, Klorokuin,...
Ivermectin, Klorokuin, Oseltamivir hingga Plasma Konvalesen Dicabut, Ini Pengganti Obat Covid-19
IDI Sebut 5 Jenis Obat...
IDI Sebut 5 Jenis Obat Ini Tak Bisa Sembuhkan Covid-19, Ada Ivermectin dan Klorokuin
Masuk Prolegnas 2022,...
Masuk Prolegnas 2022, Moeldoko Minta Tim Gugus Tugas RUU TPKS Lakukan Konsolidasi
3 Skenario Pemerintah...
3 Skenario Pemerintah Antisipasi Lonjakan Covid-19, Nomor 3 Menstok Molnuvirapir
Remdesivir Resmi Jadi...
Remdesivir Resmi Jadi Obat Covid-19 selama 3 Tahun Mendatang
Luhut dan Menkes ke...
Luhut dan Menkes ke Amerika Jajaki Kerja Sama Obat Molnupiravir
BPOM Izinkan Penggunaan...
BPOM Izinkan Penggunaan Paxlovid untuk Pengobatan Covid-19
Mengenal Obat S-217622,...
Mengenal Obat S-217622, Disebut Mampu Bersihkan Covid-19 di Tubuh
WHO Sangat Merekomendasikan...
WHO Sangat Merekomendasikan Pil Antivirus COVID-19 Produksi Pfizer
Rekomendasi
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 3: Mila Makin Yakin Berpisah, Kondisi Efendi Kian memburuk
Berita Terkini
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan BPKH untuk Optimalkan Investasi Dana Haji
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Prabowo Sindir Penolak...
Prabowo Sindir Penolak MBG: Enggak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Infografis
Lima Negara Muslim yang...
Lima Negara Muslim yang Tidak Merayakan Isra Mikraj
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved