BIN dan Unair Temukan Formulasi Obat yang Efektif Melawan COVID-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair Dr Purwati menambahkan ada beberapa tahap penelitian yang dilakukan BIN dan Unair. Pertama, pembiakan bermacam-macam jenis sel yang menjadi sel target dari virus sebagai tempat untuk menumbuhkan virus SARS CoV-2. Sampelnya didapat dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dan telah mendapatkan sertifikat uji laik etik dari Tim Etik RSUA. (Lihat foto: Mulai 12 Juni PT KAI Akan Operasikan Kembali Kereta Jarak Jauh)
Kedua, Unair melakukan pengujian kombinasi obat pada sel sehat yg dilakukan di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Stem Cell Unair. Tujuannya mencari dosis toksik obat tersebut pada sel yang sehat (CC50).
Ketiga, melakukan pengujian potensi kombinasi obat tersebut untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan untuk menghambat replikasi virus sehingga ditemukan IC50 obat terhadap virus. “Semakin kecil nilainya (IC50) maka obat tersebut semakin besar potensinya untuk membunuh virus tersebut. Uji ini dilakukan di Lab BSL3 Lembaga Penyakit Tropis Unair,” jelas Purwati.
Tahap terakhir adalah mengevaluasi efektifitas kombinasi obat tersebut. Dengan pemeriksaan RT PCR setelah 24 jam kombinasi obat diberikan pada virus tersebut didapatkan hasil virus menjadi tidak terdeteksi dan terjadi peningkatan kadar sitokin anti keradangan dan penurunan sitokin-sitokin keradangan dengan periksaan metode ELISA.
Selain itu, Unair bekerjasama dengan Laboratorium Pengolahan Sel Punca ASC untuk melakukan uji efektifitas Haematopoetic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells terhadap penanganan virus SARS CoV-2 isolat Indonesia tersebut.
Kedua, Unair melakukan pengujian kombinasi obat pada sel sehat yg dilakukan di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Stem Cell Unair. Tujuannya mencari dosis toksik obat tersebut pada sel yang sehat (CC50).
Ketiga, melakukan pengujian potensi kombinasi obat tersebut untuk menghambat masuknya virus ke sel target dan untuk menghambat replikasi virus sehingga ditemukan IC50 obat terhadap virus. “Semakin kecil nilainya (IC50) maka obat tersebut semakin besar potensinya untuk membunuh virus tersebut. Uji ini dilakukan di Lab BSL3 Lembaga Penyakit Tropis Unair,” jelas Purwati.
Tahap terakhir adalah mengevaluasi efektifitas kombinasi obat tersebut. Dengan pemeriksaan RT PCR setelah 24 jam kombinasi obat diberikan pada virus tersebut didapatkan hasil virus menjadi tidak terdeteksi dan terjadi peningkatan kadar sitokin anti keradangan dan penurunan sitokin-sitokin keradangan dengan periksaan metode ELISA.
Selain itu, Unair bekerjasama dengan Laboratorium Pengolahan Sel Punca ASC untuk melakukan uji efektifitas Haematopoetic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells terhadap penanganan virus SARS CoV-2 isolat Indonesia tersebut.
Lihat Juga :