BIN dan Unair Temukan Formulasi Obat yang Efektif Melawan COVID-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 18:58 WIB
loading...
Sestama BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo memberikan keterangan pers di Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Jumat (12/6/2020). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan sejumlah universitas dalam memerangi Covid-19 . Salah satu hasil kerjasama BIN dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya adalah menemukan formulasi kombinasi obat yang terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19.
Kombinasi obat ini diharapkan dapat dijadikan standar pemberian obat bagi pasien Covid-19. Terutama di rumah sakit rujukan pemerintah dan juga rumah sakit lainnya. (Baca juga: Khawatir Ekonomi Runtuh, Pakistan Tolak Lockdown)
“Mudah-mudahan kandidat obat baru juga bisa dalam waktu dekat dihasilkan dari kerjasama BIN dengan para peneliti Unair. BIN sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenkes, BPOM, dan produsen obat untuk percepatan perizinan dan produksinya. Semuanya mendukung. Saya sangat yakin karena ini demi pemulihan anak bangsa,” kata Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo di Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Jumat (12/6/2020).
Bambang menegaskan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 BIN terus gencar melakukan aksi rapid test massal di beberapa wilayah yang menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Saat ini, BIN fokus dalam memutus mata rantai di wilayah Jakarta dan Surabaya. (Lihat grafis: Jaga Saluran Cerna Sehat, Imunitas Tubuh Meningkat)
Dari 29 Mei hingga 11 Juni 2020, sudah lebih dari 26.000 warga mengikuti rapid test massal bantuan kemanusiaan BIN. Dari jumlah tersebut ditemukan 2.629 yang reaktif dan setelah dilakukan swab test dan RT PCR terdapat 960 orang yang positif Covid-19. "Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 belum mengalami penurunan yang signifikan,” tuturnya.
Kombinasi obat ini diharapkan dapat dijadikan standar pemberian obat bagi pasien Covid-19. Terutama di rumah sakit rujukan pemerintah dan juga rumah sakit lainnya. (Baca juga: Khawatir Ekonomi Runtuh, Pakistan Tolak Lockdown)
“Mudah-mudahan kandidat obat baru juga bisa dalam waktu dekat dihasilkan dari kerjasama BIN dengan para peneliti Unair. BIN sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenkes, BPOM, dan produsen obat untuk percepatan perizinan dan produksinya. Semuanya mendukung. Saya sangat yakin karena ini demi pemulihan anak bangsa,” kata Sekretaris Utama (Sestama) BIN Komjen Pol Bambang Sunarwibowo di Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jakarta, Jumat (12/6/2020).
Bambang menegaskan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 BIN terus gencar melakukan aksi rapid test massal di beberapa wilayah yang menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Saat ini, BIN fokus dalam memutus mata rantai di wilayah Jakarta dan Surabaya. (Lihat grafis: Jaga Saluran Cerna Sehat, Imunitas Tubuh Meningkat)
Dari 29 Mei hingga 11 Juni 2020, sudah lebih dari 26.000 warga mengikuti rapid test massal bantuan kemanusiaan BIN. Dari jumlah tersebut ditemukan 2.629 yang reaktif dan setelah dilakukan swab test dan RT PCR terdapat 960 orang yang positif Covid-19. "Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 belum mengalami penurunan yang signifikan,” tuturnya.
Lihat Juga :