Pekerjaan Rumah Transformasi ala Jokowi
Senin, 31 Januari 2022 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
Dari sejumlah transformasi tersebut, yang sedang menjadi perhatian besar oleh pemerintah adalah hilirisasi industri. Pemerintah di era pascareformasi ini rupanya telah menyadari model pembangunan kini telah berubah. Pemanfaatan sumber daya alam pun kini mulai bergeser. Dari yang tadinya mengandalkan ekspor komoditas mentah, ke depan akan diubah menjadi ekspor hasil olahan. Artinya, komoditas yang diambil dari perut bumi Ibu Pertiwi kini wajib diolah di dalam negeri, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
Langkah ini tentu saja harus dimanfaatkan para pelaku usahayang biasa mengekspor bahan mentah agar bisa menciptakan model bisnis baru yang lebih sustainable.
Memang, belum semua komoditas mentah hasil tambang dilarang diekspor oleh pemerintah. Saat ini, tercatat baru nikel yang disetop ekspornya ke luar negeri sejak 2020 lalu. Sementara bauksit, rencananya baru akan disetop ekspornya secara bertahap pada tahun ini. Kemudian tembaga dan timah ditargetkan dihentikan ekspornya pada 2023 dan 2024.
Di luar itu, masih banyak komoditas yang masih melenggeng bebas ke luar negeri. Yang paling besar dari sisi volume adalah batubara yakni hampir 500 juta ton per tahun, kendati ada kewajiban memasok ke pasar domestik sebesar 20% dari produksi.
Terkait hilirisasi, Jokowi tak bosan-bosan menyampaikan bahwa peningkatan nilai tambah menjadi alasan utama agar komoditas nasional diolah di dalam negeri. Ini karena multiflier efeknya akan merembet ke sektor ekonomi lain yang masuk dalam rantai pasok industrinya. Begitu pun di sektor tenaga kerja, akan tercipta dengan sendirinya apabila industrinya berkembang.
Langkah ini tentu saja harus dimanfaatkan para pelaku usahayang biasa mengekspor bahan mentah agar bisa menciptakan model bisnis baru yang lebih sustainable.
Memang, belum semua komoditas mentah hasil tambang dilarang diekspor oleh pemerintah. Saat ini, tercatat baru nikel yang disetop ekspornya ke luar negeri sejak 2020 lalu. Sementara bauksit, rencananya baru akan disetop ekspornya secara bertahap pada tahun ini. Kemudian tembaga dan timah ditargetkan dihentikan ekspornya pada 2023 dan 2024.
Di luar itu, masih banyak komoditas yang masih melenggeng bebas ke luar negeri. Yang paling besar dari sisi volume adalah batubara yakni hampir 500 juta ton per tahun, kendati ada kewajiban memasok ke pasar domestik sebesar 20% dari produksi.
Terkait hilirisasi, Jokowi tak bosan-bosan menyampaikan bahwa peningkatan nilai tambah menjadi alasan utama agar komoditas nasional diolah di dalam negeri. Ini karena multiflier efeknya akan merembet ke sektor ekonomi lain yang masuk dalam rantai pasok industrinya. Begitu pun di sektor tenaga kerja, akan tercipta dengan sendirinya apabila industrinya berkembang.
Lihat Juga :