Presidential Threshold Tetap Perlu Ada, tapi Tak Setinggi Sekarang

Jum'at, 12 Juni 2020 - 08:29 WIB
loading...
Presidential Threshold...
Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Partai politik di Indonesia sedang menggodok ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan pencalonan presiden dan wakilnya ( presidential threshold ). Partai kecil tidak setuju kedua ambang batas itu terlalu tinggi.

Saat ini, partai-partai besar menginginkan ambang batas parlemen 7 persen. Sementara, partai menengah ke bawah menginginkan tetap pada angka sekarang 4 persen atau tidak ada sama sekali. Perdebatan tak kalah sengit mengenai presidential threshold. Banyak partai meminta syarat 20 persen kursi DPR RI atau 25 persen suara sah nasional diturunkan bahkan ditiadakan. Partai Golkar menginginkan ambang batas itu tetap. Sedangkan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) usul diturunkan ke 10 persen.

Pengamat politik Cecep Hidayat mengatakan, yang tidak relevan dari besaran presidential threshold itu hitungannya menggunakan perolehan suara pada pemilu sebelumnya. "Konstelasi politik sudah berubah," ucapnya kepada SINDOnews, Jumat (12/6/2020).

Dosen Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, presidential threshold sebaiknya tidak terlalu tinggi. Dengan syarat sebesar sekarang, menurutnya, malah menghasilkan pembelahan seperti sekarang. Akhirnya, yang bisa memajukan calon adalah partai pemilik suara mayoritas. (Baca juga: PAN Belum Putuskan Pengganti Hanafi Rais di DPR ).

"Kekurangannya, muncul hanya sedikit calon. Enggak muncul tiga calon. Dampaknya pembelahan. Ketika bipolar, konflik semakin meruncing. Perlu dibatasi tapi tak setinggi (sekarang)," tuturnya.

Pemerintah maupun DPR RI harus mencari formula yang tepat dalam merevisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Cecep mengusulkan dua pemilu serentak dalam setahun. Salah satu yang sedang digodok dalam revisi UU Pemilu adalah pelaksanaan pemilu serentak untuk tingkat nasional (DPR, DPD, dan Pileg) dan lokal (DPRD Provinsi, kabupaten, kota, serta pilkada).

"Kalau pilpres dan pileg bersamaan, kelebihannya politik dagang sapi jadi enggak ada. (Kalau tidak bersamaan) Masing-masing (biasanya) melihat hasil pileg dulu baru negosiasi untuk memajukan capres," pungkasnya. (Baca juga: Penerapan Ambang Batas Parlemen 7 Persen Picu Banyak Persoalan ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Langkah DPP Rombak Pengurus...
Langkah DPP Rombak Pengurus Daerah Secara Sepihak, Jauh dari Target Elektoral
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Prabowo Tantang Lawan...
Prabowo Tantang Lawan Politik: Nggak Suka Sama Saya? Silakan Maju di 2029!
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki,...
15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Cilegon Ancam Golput di Pemilu 2029
Perlindungan Hak Konstitusional...
Perlindungan Hak Konstitusional Warga dalam Pemilu dan Pemilihan
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Berita Terkini
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved