Kisah Pilu Jamaah Umrah: Positif Covid-19, Utang ke Tetangga untuk Biaya Karantina
Rabu, 26 Januari 2022 - 20:51 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, SM dikabarkan akan dirujuk ke Wisma Atlet, Jakarta. Namun dirinya ditolak lantaran memiliki penyakit kanker ganas. "Jujur keadaanku orang yang sakit kanker selalu berobat setiap bulan pengobatan selama 5 tahun. Masih satu tahun aku harus minum obat kemo, setiap bulan aku harus ke rumah sakit untuk ambil obat, kadang ada USG, Thorax dan sebagainya," tuturnya.
Walau satu payudaranya sudah diambil, tapi SM mempunyai tekad ingin menjalankan ibadah umrah dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit selama tiga tahun. "Saking pengennya umrah, sakit-sakit tapi sudah dapat rekomendasi dari dokter, kankernya sudah bisa vaksin dan bagus tinggal evaluasi saja," katanya.
SM dikabarkan akan dirujuk ke hotel lain dengan biaya sebesar Rp12 juta. Dengan begitu, ia meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan fasilitas gratis kepada dirinya. "Jamaah seperti saya ini, orang prihatin, gimana ibadah saja kok rasanya bisa menangis ya Allah. Mbok regulasinya tolong diubah," katanya.
Baca juga: Kemendagri Harap NIK Digunakan untuk Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Terakhir, SM berharap pemerintah dapat mengkaji kembali lamanya durasi karantina saat kepulangan pelaku perjalanan luar negeri ke Indonesia. Jamaah umrah sebaiknya diberikan opsi untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing guna menekan biaya perjalanan.
"Kalau menurut saya karantina tidak usah di hotel, harapan jamaah-jamaah itu apakah karantina bisa dilakukan karantina mandiri di rumah. Kalau di hotel itu yang pertama biayanya, kedua durasinya, jadi harapannya para jamaah itu ingin karantina mandiri di rumah," katanya.
Walau satu payudaranya sudah diambil, tapi SM mempunyai tekad ingin menjalankan ibadah umrah dengan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit selama tiga tahun. "Saking pengennya umrah, sakit-sakit tapi sudah dapat rekomendasi dari dokter, kankernya sudah bisa vaksin dan bagus tinggal evaluasi saja," katanya.
SM dikabarkan akan dirujuk ke hotel lain dengan biaya sebesar Rp12 juta. Dengan begitu, ia meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan fasilitas gratis kepada dirinya. "Jamaah seperti saya ini, orang prihatin, gimana ibadah saja kok rasanya bisa menangis ya Allah. Mbok regulasinya tolong diubah," katanya.
Baca juga: Kemendagri Harap NIK Digunakan untuk Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Terakhir, SM berharap pemerintah dapat mengkaji kembali lamanya durasi karantina saat kepulangan pelaku perjalanan luar negeri ke Indonesia. Jamaah umrah sebaiknya diberikan opsi untuk melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing guna menekan biaya perjalanan.
"Kalau menurut saya karantina tidak usah di hotel, harapan jamaah-jamaah itu apakah karantina bisa dilakukan karantina mandiri di rumah. Kalau di hotel itu yang pertama biayanya, kedua durasinya, jadi harapannya para jamaah itu ingin karantina mandiri di rumah," katanya.
(abd)
Lihat Juga :