Kisah Pilu Jamaah Umrah: Positif Covid-19, Utang ke Tetangga untuk Biaya Karantina
Rabu, 26 Januari 2022 - 20:51 WIB
loading...
Jamaah umrah terpaksa berutang ke tetangga untuk biaya karantina. FOTO/ILUSTRASI/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - SM (59), salah satu jamaah umrah asal Jawa Tengah ini tak dapat menahan air matanya. Dia terkonfirmasi positif Covid-19 sepulang dari Tanah Suci pada 12 Januari 2022.
Hasil itu menambah beban dirinya yang tengah menjalani karantina di salah satu hotel di Serpong. Ia mengaku tidak sanggup lagi membayar tambahan biaya karantina jika harus dirujuk ke rumah sakit atau hotel untuk perpanjangan masa karantina hingga negatif. Sebab biaya karantina di hotel sebelumnya, masih mengutang kepada tetangga.
"Biayanya sudah saya bayar lunas, kemudian mau berangkat ada tambahan biaya untuk karantina yang sehari Rp800.000. Kemudian kepulangan enam hari dihitung 10 hari, aku harus bayar Rp5 juta. Jadi saya enggak punya duit terpaksa aku ngutang sama tetangga," kata SM kepada MNC Portal, Rabu (26/1/2022).
SM hingga kini belum mempunyai gambaran untuk mengembalikan uang tetangganya tersebut. "Aku sambil nangis-nangis, piye iki (bagaimana ini), mau berangkat ada biaya karantina, aku enggak punya duit terus dipinjemin. Tapi aku belum ada gambaran untuk yang bayar uang tetanggaku," katanya.
Hasil itu menambah beban dirinya yang tengah menjalani karantina di salah satu hotel di Serpong. Ia mengaku tidak sanggup lagi membayar tambahan biaya karantina jika harus dirujuk ke rumah sakit atau hotel untuk perpanjangan masa karantina hingga negatif. Sebab biaya karantina di hotel sebelumnya, masih mengutang kepada tetangga.
"Biayanya sudah saya bayar lunas, kemudian mau berangkat ada tambahan biaya untuk karantina yang sehari Rp800.000. Kemudian kepulangan enam hari dihitung 10 hari, aku harus bayar Rp5 juta. Jadi saya enggak punya duit terpaksa aku ngutang sama tetangga," kata SM kepada MNC Portal, Rabu (26/1/2022).
SM hingga kini belum mempunyai gambaran untuk mengembalikan uang tetangganya tersebut. "Aku sambil nangis-nangis, piye iki (bagaimana ini), mau berangkat ada biaya karantina, aku enggak punya duit terus dipinjemin. Tapi aku belum ada gambaran untuk yang bayar uang tetanggaku," katanya.
Lihat Juga :