Profesor hingga Purnawirawan Jenderal Gabung di Dewan Pakar PKS
Rabu, 26 Januari 2022 - 16:43 WIB
loading...
Sejumlah tokoh tergabung dalam dewan pakar PKS. Mulai dari kalangan akademisi hingga purnawirawan berpangkat jenderal duduk dalam bagian kepakaran tersebut. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah tokoh tergabung dalam dewan pakar Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ). Mulai dari kalangan akademisi hingga purnawirawan berpangkat jenderal duduk dalam bagian kepakaran tersebut.
Baca juga: PKS Lantik Dewan Pakar, Berikut Ini Nama-namanya
Profesor asal International Islamic University Malaysia (IIUM), Erry Yulian T Andesta, menjadi salah satu akademisi yang ingin menyumbangkan pemikirannya untuk membangun pendidikan Indonesia melalui PKS .
"Saya akan mencoba untuk tetap berada di bidang yang telah saya tekuni selama 15 tahun ini, yaitu dengan membangun suatu dunia pendidikan yang bersifat global. Jadi saya ingin agar kita tidak lagi eksklusif hanya melihat ke dalam tapi juga melihat ke luar," kata Erry dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari website resmi PKS, Rabu (26/1/2022).
Dia mencontohkan, negara Malaysia yang unggul dalam sistem pendidikan ini dapat menjadi ikon pendidikan di negara-negara Asia. Padahal, pada awal tahun 70-an justru Indonesia yang banyak kedatangan pelajar dari Malaysia bahkan sampai mengirimkan guru ke sana.
"Nah, keadaan seperti ini harus menjadi pemicu bagi kita untuk dapat menjadikan pendidikan tinggi Indonesia menjadi high, atau paling tidak unggul di Asia," ujarnya.
Baca juga: PKS Lantik Dewan Pakar, Berikut Ini Nama-namanya
Profesor asal International Islamic University Malaysia (IIUM), Erry Yulian T Andesta, menjadi salah satu akademisi yang ingin menyumbangkan pemikirannya untuk membangun pendidikan Indonesia melalui PKS .
"Saya akan mencoba untuk tetap berada di bidang yang telah saya tekuni selama 15 tahun ini, yaitu dengan membangun suatu dunia pendidikan yang bersifat global. Jadi saya ingin agar kita tidak lagi eksklusif hanya melihat ke dalam tapi juga melihat ke luar," kata Erry dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari website resmi PKS, Rabu (26/1/2022).
Dia mencontohkan, negara Malaysia yang unggul dalam sistem pendidikan ini dapat menjadi ikon pendidikan di negara-negara Asia. Padahal, pada awal tahun 70-an justru Indonesia yang banyak kedatangan pelajar dari Malaysia bahkan sampai mengirimkan guru ke sana.
"Nah, keadaan seperti ini harus menjadi pemicu bagi kita untuk dapat menjadikan pendidikan tinggi Indonesia menjadi high, atau paling tidak unggul di Asia," ujarnya.
Lihat Juga :