NU Anonim

Rabu, 26 Januari 2022 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Fenomena yang demikian dapat ditinjau dari dua sisi: positif dan negatif. Dari sisi positif, barangkali tipe-model ini bagi sebagian kalangan dianggap menambah jumlah anggota NU dan membawa citra baik untuk organisasi, apalagi “pendatang baru” itu dari kalangan tokoh publik, aktivis media sosial yang vokal, dan lainnya.

Namun hal itu pun tetap mengandung risiko. Seorang tokoh publik yang (seolah) aktivitasnya memperoleh legitimasi NU karena memperoleh “hadiah” Kartanu atau seragam Banser, misalnya, justru akan merugikan NU jika ia melakukan kesalahan yang tak sesuai dengan nilai-nilai ke-NU-an.

Sekadar menyebut kasus yang relevan dengan tipe orang NU seperti ini ada pada Permadi Arya alias Abu Janda, seorang pegiat media sosial yang mengaku kader NU, bahkan aktif sebagai kader Banser. Namun, begitu Abu Janda membuat kesalahan fatal, publik ramai-ramai mempertanyakan ke-NU-annya.

Keempat, bukan orang NU tetapi secara kultural merasa menjadi bagian dari NU; atau ia bangga diatributkan sebagai orang NU, meski secara formal memang bukan orang NU, bahkan non-muslim. Pandangan “orang luar NU”—tipe keempat ini—terhadap NU merupakan pengakuan objektif. Mereka, sebagaimana sering dijumpai dalam interaksi langsung di berbagai forum maupun media sosial, merasa nyaman dengan NU, sampai-sampai, ada “guyonan”, bahwa jika mereka dari kalangan Katolik, misalnya, disematkan sebagai “NU cabang Katolik”.

Sampai di sini muncul pertanyaan, apa faktor yang menjadi penyebab “orang luar NU” (NU anonim tipe keempat) mencintai NU, merasa nyaman dengan NU, dan mendukung langkah-langkah sosial yang dilakukan oleh NU? Dalam pengamatan saya, faktor utamanya adalah langkah politik kebangsaan, yang dilakukan oleh NU sejak awal pra-kemerdekaan Indonesia hingga sekarang.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Al-Hamidiyah Innovation...
Al-Hamidiyah Innovation Showcase 2026: Ajang Inovasi dan Kreativitas Generasi Masa Depan
PCNU Cirebon Ajukan...
PCNU Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Rekomendasi
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Berita Terkini
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved