AMPG Sebut Spekulasi Ray Rangkuti Soal Capres Golkar Tak Berdasarkan Fakta
Senin, 24 Januari 2022 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pilpres 2024, DPD Golkar DKI Solid Kampanye Airlangga sebagai Capres
Nofel mengutip temuan survei Warna Research Center (WRC) yang menyebut Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, menjadi partai yang tertinggi paling disukai oleh masyarakat.
"Sudah jelas hasil survei menyebut, 67,3% merasa suka dan dekat kepada partai Golkar dikarenakan kader kader Golkar sangat membawa kesejukan di masyarakat dan sangat terkenal sebagai partai yang punya pengalaman dalam pemerintahan," ujarnya.
"Pak Airlangga sampai saat ini trennya terus meningkat. Artinya ada ruang yang luas bagi Airlangga untuk meningkatkan akselerasi popularitas kepada pemilih. Seperti di Kota Bekasi, dimana rata-rata kaum milenial disana tertarik dengan figur Pak Airlangga. Hal ini saya rasakan saat saya turun ke bawah," tambahnya.
Karena itu, dia meminta Ray Rangkuti tidak sembarangan berbicara tanpa metode dan riset yang jelas. "Anda (Ray Rangkuti) jadi pengamat haruslah didasarkan analisa berbasis data, dengan riset, bukan berspekulasi berdasarkan undangan akad nikah," pungkasnya.
Nofel mengutip temuan survei Warna Research Center (WRC) yang menyebut Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, menjadi partai yang tertinggi paling disukai oleh masyarakat.
"Sudah jelas hasil survei menyebut, 67,3% merasa suka dan dekat kepada partai Golkar dikarenakan kader kader Golkar sangat membawa kesejukan di masyarakat dan sangat terkenal sebagai partai yang punya pengalaman dalam pemerintahan," ujarnya.
"Pak Airlangga sampai saat ini trennya terus meningkat. Artinya ada ruang yang luas bagi Airlangga untuk meningkatkan akselerasi popularitas kepada pemilih. Seperti di Kota Bekasi, dimana rata-rata kaum milenial disana tertarik dengan figur Pak Airlangga. Hal ini saya rasakan saat saya turun ke bawah," tambahnya.
Karena itu, dia meminta Ray Rangkuti tidak sembarangan berbicara tanpa metode dan riset yang jelas. "Anda (Ray Rangkuti) jadi pengamat haruslah didasarkan analisa berbasis data, dengan riset, bukan berspekulasi berdasarkan undangan akad nikah," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :