Sains yang Nirmakna

Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:54 WIB
loading...
A A A
Alhasil, corak pemikiran dan kepercayaan yang bertolak dari empirisme dibuang. Maka wajar, jika di Eropa, terjadi gelombang ateisme besar-besaran. Mereka beranggapan bahwa agama hanya kesia-siaan belaka karena Tuhan tidak pernah muncul di hadapan mata mereka. Padahal, agama sendiri berisi seperangkat nilai yang mengatur jalannya keseimbangan antara sesama manusia, alam, maupun dengan Realitas Mutlak.

Pada tahap selanjutnya, revolusi itu mengerucut pada penemuan rumus dan bermacam teori yang sangat empiris, yang tidak memiliki tanggung jawab dan signifikansi terhadap norma-norma kehidupan. Asalkan secara nalar dianggap benar, maka sah-sah saja untuk diterima. Sehingga, sains tidak lagi memiliki tugas untuk mencari hakikat nyata sebuah benda—yang pada hilirnya mengantarkan kepada Realitas Mutlak—melainkan berfungsi untuk membangun hubungan antar tanda matematis dan fisik.

Konsepan ini yang akhirnya menentukan arah manusia modern dalam menentukan makna total hakikat benda, maupun pandangannya terhadap alam semesta. Sains modern menyatakan bahwa alam hanyalah kumpulan dari materi-materi yang dapat diukur dan dipelajari. Bukan sebagai satu kesatuan yang epistemik, alam semesta menjadi sesuatu yang beda, pisah-terdikotomi dari bagian manusia itu sendiri—the others. Karena alam menyediakan materi-materi yang manusia butuhkan untuk menyambung kehidupan, maka alam dilihat sebagai sesuatu yang harus digunakan dan dinikmati semaksimal mungkin.

“Bukannya seperti seorang wanita yang menikah di mana laki-laki mendapat kebaikan sekaligus memikul tanggung jawab, alam, bagi manusia modern telah menjadi seperti seorang pelacur—dimanfaatkan namun tanpa ada arti kewajiban dan tanggung jawab terhadapnya. Persoalannya adalah, alam yang telah dijadikan pelacur ini semakin terkuras hingga ke tingkat yang mustahil, sedangkan dalam batas-batas tertentu, alam akan mengalami kerusakan sehingga tidak lagi manusia dapat mengambil manfaat darinya.” (Hal. 32)

Berbeda hal, sains-sains yang dikembangkan di era dulu memiliki integrasi yang lekat terhadap alam dan kepercayaan. Dalam konteks ini, Nasr menyebutnya metafisika. Yakni sains atau ilmu yang mempelajari tentang Realitas Mutlak serta asal usul dan tujuan semua benda. Bukan hanya digali dengan pengukuran rasional sebagaimana matematika, namun turut melibatkan intuisi intelektual.

Di saat yang sama, realisasi efektif dari kebenaran metafisik dan penerapannya dalam kehidupan manusia hanya dapat dicapai dalam sebuah tradisi yang diwahyukan. Demikian ini yang menjadikan metafisika sebagai ilmu yang menimbang segala sesuatu secara holistik dan menyeluruh—melibatkan rasio, intuitif, dan wahyu Tuhan (norma). Metafisik mengidentifikasikan tatanan alam semesta sebagai pikiran Tuhan, dan seorang saintis dikatakan menemukan pikiran Tuhan dalam penyelidikan ilmiahnya.

Para ilmuwan Muslim percaya bahwa di wilayah sains matematis, sains memiliki peran untuk menemukan aspek yang riil terhadap hakikat dari Realitas Mutlak. Selama berabad-abad, umat Islam telah mengembangkan sains dan filsafat paripatetik maupun matematika, tetapi, di saat yang sama, dimensi gnostik, iluminasionis, yang berkaitan dengan sufisme, tetap berjalan sehingga menghasilkan sains yang orientasi maknanya bersifat holistik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
Kenapa BAIC Taruh Setengah...
Kenapa BAIC Taruh Setengah Nasib 2026 di Tangan T1?
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Berita Terkini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved