Prabowo Subianto Perkenalkan Logo Baru Kemhan kepada Panglima TNI dan Kapolri
Jum'at, 21 Januari 2022 - 13:54 WIB
loading...
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memperkenalkan logo baru Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Rapat Pimpiman (Rapim) Kemhan 2022. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memperkenalkan logo baru Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Rapat Pimpiman (Rapim) Kemhan 2022. Dalam rapat itu, Prabowo juga menyerahkan dokumen strategis pertahanan negara yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam bagi Kemhan dan TNI dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan dari dinamika perkembangan lingkungan strategis.
Di akhir Rapim 2022, Prabowo juga menyerahkan sejumlah Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) untuk menunjang tiga matra TNI dalam menjaga kedaulatan negara, dan secara resmi memperkenalkan logo baru Kemhan RI untuk menggantikan logo Kemhan yang telah digunakan sejak 2005.
Rapim Kemhan 2022 yang bertema “Konsolidasi Pembangunan Kekuatan Pertahanan Negara” ini turut dihadiri oleh 160 perwira tinggi (Pati) TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan pejabat dari Kementerian/Lembaga lainnya.
Baca juga: Prabowo soal Pesawat Tempur: Rafale Tinggal Kontrak, F-15 Masih Negosiasi
Dalam rapim tersebut, Prabowo menekankan, pentingnya sinergi dari seluruh komponen bangsa dalam menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap warga bangsa. “Seluruh komponen bangsa harus bersinergi untuk dapat menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa guna menghadapi berbagai ancaman, gangguan hambatan, dan tantangan di masa depan,” kata Prabowo Jumat (21/1/2022).
Baca juga: Dikepung Ratusan GAM, Nyawa Jenderal Kopassus Selamat Setelah Ucapkan Kalimat Ini
Dalam sambutannya, Prabowo memaparkan kebijakan pertahanan negara 2022 merupakan hasil evaluasi dan tindak lanjut dari upaya pencapaian sasaran kebijakan yang telah ditetapkan dalam kebijakan pertahanan negara 2021. Sasaran kebijakan yang masih berlangsung akan dilanjutkan, di antaranya kebijakan pembentukan komponen cadangan dan penataan komponen pendukung, kebijakan pembangunan postur TNI, perwujudan wilayah pertahanan yang bertumpu pada pulau-pulau besar, pembangunan sistem logistik yang terdesentralisasi dan penguatan pertahanan di wilayah selat-selat strategis.
Di akhir Rapim 2022, Prabowo juga menyerahkan sejumlah Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) untuk menunjang tiga matra TNI dalam menjaga kedaulatan negara, dan secara resmi memperkenalkan logo baru Kemhan RI untuk menggantikan logo Kemhan yang telah digunakan sejak 2005.
Rapim Kemhan 2022 yang bertema “Konsolidasi Pembangunan Kekuatan Pertahanan Negara” ini turut dihadiri oleh 160 perwira tinggi (Pati) TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan pejabat dari Kementerian/Lembaga lainnya.
Baca juga: Prabowo soal Pesawat Tempur: Rafale Tinggal Kontrak, F-15 Masih Negosiasi
Dalam rapim tersebut, Prabowo menekankan, pentingnya sinergi dari seluruh komponen bangsa dalam menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap warga bangsa. “Seluruh komponen bangsa harus bersinergi untuk dapat menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa guna menghadapi berbagai ancaman, gangguan hambatan, dan tantangan di masa depan,” kata Prabowo Jumat (21/1/2022).
Baca juga: Dikepung Ratusan GAM, Nyawa Jenderal Kopassus Selamat Setelah Ucapkan Kalimat Ini
Dalam sambutannya, Prabowo memaparkan kebijakan pertahanan negara 2022 merupakan hasil evaluasi dan tindak lanjut dari upaya pencapaian sasaran kebijakan yang telah ditetapkan dalam kebijakan pertahanan negara 2021. Sasaran kebijakan yang masih berlangsung akan dilanjutkan, di antaranya kebijakan pembentukan komponen cadangan dan penataan komponen pendukung, kebijakan pembangunan postur TNI, perwujudan wilayah pertahanan yang bertumpu pada pulau-pulau besar, pembangunan sistem logistik yang terdesentralisasi dan penguatan pertahanan di wilayah selat-selat strategis.
Lihat Juga :