10 Kota/Kabupaten di Indonesia Telah Deteksi Kasus Varian Omicron
Kamis, 20 Januari 2022 - 12:03 WIB
loading...
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini sudah ada 10 kota/kabupaten di Indonesia yang telah mendeteksi varian Omicron. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini sudah ada 10 kota/kabupaten di Indonesia yang telah mendeteksi varian Omicron .
Nadia mengatakan distribusi Omicron berdasarkan kabupaten/kota yakni DKI Jakarta 135 kasus, Kota Tangerang Selatan 7 kasus, Kota Tangerang 4 kasus, Kota Surabaya 6 kasus, Kabupaten Malang 1 kasus, Kota Malang 1 Kasus, Kabupaten Madiun 1 Kasus, Kabupaten Bandung 4 kasus, Kota Depok 1 kasus, dan Kaupaten. Bogor 1 kasus. Baca juga: Jokowi: 2022 Momentum Pemulihan Ekonomi Meski Ada Omicron
Saat ini, kasus Omicron di Indonesia tercatat sebanyak 882 kasus. Di mana 361 orang dari total kasus terkonfirmasi positif varian Omicron telah dinyatakan sembuh. “Dari 882 kasus, 361 orang telah sembuh,” ujar Nadia dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/1/2022).
Nadia mengungkapkan dari 882 kasus Omicron di mana sebanyak 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 161 kasus transmisi lokal dan 11 kasus masih dalam penelusuran atau penyelidikan secara epidemiologi.
Nadia mengatakan distribusi Omicron berdasarkan kabupaten/kota yakni DKI Jakarta 135 kasus, Kota Tangerang Selatan 7 kasus, Kota Tangerang 4 kasus, Kota Surabaya 6 kasus, Kabupaten Malang 1 kasus, Kota Malang 1 Kasus, Kabupaten Madiun 1 Kasus, Kabupaten Bandung 4 kasus, Kota Depok 1 kasus, dan Kaupaten. Bogor 1 kasus. Baca juga: Jokowi: 2022 Momentum Pemulihan Ekonomi Meski Ada Omicron
Saat ini, kasus Omicron di Indonesia tercatat sebanyak 882 kasus. Di mana 361 orang dari total kasus terkonfirmasi positif varian Omicron telah dinyatakan sembuh. “Dari 882 kasus, 361 orang telah sembuh,” ujar Nadia dalam keterangan yang diterima, Kamis (20/1/2022).
Nadia mengungkapkan dari 882 kasus Omicron di mana sebanyak 710 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), 161 kasus transmisi lokal dan 11 kasus masih dalam penelusuran atau penyelidikan secara epidemiologi.
Lihat Juga :