Kasus Covid Kembali Tembus 1.000
Senin, 17 Januari 2022 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Tanda-tanda bakal melonjaknya kasus baru Covid-19 sebenarnya sudah banyak diperkirakan oleh sejumlah ahli. Musababnya adalah meningkatnya aktivitas perjalanan pada musim liburan Natal dan Tahun Baru yang baru berlalu. Penambahan kasus di atas 500 kasus terjadi sejak mulai 6 Januari 2022 di mana saat itu angka terkonfirmasi positif sebanyak 533 kasus baru. Sejak itu, hingga memasuki pekan ketiga angka pertambahan pun cenderung meningkat hingga akhirnya tembus 1.000 kasus pada Sabtu lalu. Sementara pada Minggu (16/1), angka penambahan kasus baru sebanyak 855 orang.
Melihat fakta di atas, kita tentu saja berharap tidak ada lagi penambahan penularan baru di hari-hari berikutnya. Apalagi upaya vaksinasi terus gencar dilakukan. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, per Minggu (16/1) jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 176,3 juta orang dan dosis kedua 119,7 juta orang. Adapun target keseluruhan vaksinasi nasional sebanyaj 208,26 juta orang.
Upaya mempercepat terjadinya kekebalan kelompok (herd immunity) yang dilakukan pemerintah juga dilakukan dengan memberikan vaksinasi dosis ketiga (booster) bagi mereka yang sudah disuntik vaksin 1 dan 2. Langkah ini tentu saja patut diapresiasi sebagai upaya menambah kekebalan tubuh dari serangan varian baru Omicron.
Ikhwal pemberian vaksinasi booster ini pun diperkuat dengan keluarnya Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster).
SE ini ditujukan kepada para kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta kepala/direktur rumah sakit (RS) dan kepala/pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia. Dalam edarannya, disebutkan bahwa vaksinasi booster adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.
Menurut Kementerian Kesehatan, pemberian vaksinasi booster yang dilakukan setelah ada studi yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan antibodi pada enam bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap. Sehingga, diperlukan dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.
Melihat fakta di atas, kita tentu saja berharap tidak ada lagi penambahan penularan baru di hari-hari berikutnya. Apalagi upaya vaksinasi terus gencar dilakukan. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, per Minggu (16/1) jumlah masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sebanyak 176,3 juta orang dan dosis kedua 119,7 juta orang. Adapun target keseluruhan vaksinasi nasional sebanyaj 208,26 juta orang.
Upaya mempercepat terjadinya kekebalan kelompok (herd immunity) yang dilakukan pemerintah juga dilakukan dengan memberikan vaksinasi dosis ketiga (booster) bagi mereka yang sudah disuntik vaksin 1 dan 2. Langkah ini tentu saja patut diapresiasi sebagai upaya menambah kekebalan tubuh dari serangan varian baru Omicron.
Ikhwal pemberian vaksinasi booster ini pun diperkuat dengan keluarnya Surat Edaran (SE) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bernomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster).
SE ini ditujukan kepada para kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta kepala/direktur rumah sakit (RS) dan kepala/pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia. Dalam edarannya, disebutkan bahwa vaksinasi booster adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.
Menurut Kementerian Kesehatan, pemberian vaksinasi booster yang dilakukan setelah ada studi yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan antibodi pada enam bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap. Sehingga, diperlukan dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.
Lihat Juga :