PKS Ingin Presidential Threshold 4-10%

Sabtu, 15 Januari 2022 - 04:48 WIB
loading...
PKS Ingin Presidential...
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden sekitar 4% hingga 10 %. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) menginginkan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden sekitar 4% hingga 10 %. Maka itu, PKS berencana mengajukan judicial review presidential threshold (PT) 20% ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Usulan PKS range angka PT di sekitar 4-10 persen," kata Ketua Departemen Politik DPP PKS Nabil Ahmad Fauzi kepada SINDOnews, Jumat (14/1/2022).

Salah satu alasannya, kata dia, PKS ingin banyak tokoh nasional yang berkualitas dan berintegritas ikut berlaga dalam Pilpres 2024. Dia mengatakan, masyarakat harus diberikan banyak pilihan untuk memilih presiden.

Baca juga: Terlalu Tinggi, PKS Berencana Gugat Presidential Threshold ke MK



"Kami meyakini bahwa negeri ini memiliki banyak stok pemimpin yang memiliki kredibilitas, integritas, dan akseptabilitas untuk memimpin Indonesia ke depan," katanya.

Dia melanjutkan, sayangnya banyak hambatan untuk membuka pintu kepemimpinan nasional tersebut. "Salah satunya yang paling krusial adalah penerapan angka presidential threshold yang terlalu tinggi di Indonesia," ungkapnya.

Dia menuturkan, sejak awal PKS tegas dan konsisten memperjuangkan angka PT diturunkan. Karena, lanjut dia, konstelasi pilpres sangat ditentukan oleh figur, angka PT, serta dukungan partai.

Baca: PKS Buka Peluang Usung Salim Segaf Al Jufri di Pilpres 2024

"Sebab itu, PKS melihat bahwa salah satu sebab kuatnya politik identitas di 2014 dan 2019 karena ambang batas capres yang tinggi, sehingga pilpres hanya diikuti 2 pasang calon yang akhirnya melahirkan pembelahan yang ekstrem di tengah masyarakat, bahkan dampaknya masih terasa hingga kini," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa presidential threshold yang terlalu tinggi membuat oligarki semakin kuat dan jadi penghambat bagi munculnya anak bangsa potensial dalam kancah kepemimpinan nasional. Sebelumnya, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri mengungkapkan partainya mendukung judicial review presidential threshold di Mahkamah Konstitusi.

"PKS memandang bahwa syarat presidential threshold 20% terlalu tinggi, sehingga menghambat proses kemunculan lebih banyak calon alternatif kepemimpinan nasional," kata Salim Segaf Aljufri.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyatakan partainya juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan sejumlah pihak lainnya, yaitu mengajukan judicial review presidential threshold ke MK. "Sehingga mudah-mudahan judicial review ini bisa dikabulkan, kemudian bisa ada penurunan dalam presidential threshold ke depan," kata Syaikhu.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Sudirman Said Ungkap...
Sudirman Said Ungkap Tiga Faktor yang Mengancam Keamanan Energi
Suhud Alynudin Ditetapkan...
Suhud Alynudin Ditetapkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin
Suhud Alynudin Dikabarkan...
Suhud Alynudin Dikabarkan Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta Gantikan Khoirudin, Begini Respons PKS
Penanganan Bencana Sumatera,...
Penanganan Bencana Sumatera, PKS Apresiasi TNI-Polri, BNPB dan Basarnas
Rekomendasi
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved