Kemlu Masih Upayakan Pemulangan Jenazah Mahasiswi WNI yang Meninggal di Kanada
Jum'at, 14 Januari 2022 - 08:53 WIB
loading...
Foto mahasiswi WNI yang ditemukan meninggal di Kanada, Grace Karundeng semasa hidup. Kemlu masih upayakan pemulangan jenazah ke Sulawesi Utara. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) , Judha Nugraha sedang mengupayakan memulangkan jenazah mahasiswi WNI yang ditemukan meninggal di Kanada, Grace Karundeng. Pihaknya belum dapat memastikan jadwal pemulangan jenazah ke Sulawesi Utara lantaran pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.
“KJRI sudah zoom meeting dengan pihak keluarga, KJRI Toronto dan KBRI Ottawa sudah komunikasi dengan keluarga untuk sampaikan follow up permintaan keluarga untuk repatriasi jenazah,” ujar Judha dalam press briefing Kemlu RI di Jakarta, Kamis (13/1/2022). Baca juga: Viral, Gadis Cantik Asal Minahasa Utara Ditemukan Tewas di Kanada
“Karena pemulangan selama masa pandemi COVID-19 namun Insya Allah bisa dilakukan secepatnya,” sambungnya.
Dia mengungkapkan terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan KJRI Toronto untuk proses repatriasi jenazah Grace ke tanah kelahirannya di masa pandemi COVID-19.
“KJRI akan menyiapkan berbagai macam dokumen, kerja sama dengan otoritas setempat, untuk death certificate, surat keterangan kematian, dan proses pemulasaraan, proses pemetian sesuai protokol kesehatan yang berlaku,” tuturnya.
Selain itu, Judha mengatakan bahwa hasil autopsi Grace Karundeng akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Hal ini terkait dengan regulasi yang berlaku di Kanada dan pihak Kemlu menghormati privasi keluarga mengenai hasil autopsi tersebut.
“KJRI sudah zoom meeting dengan pihak keluarga, KJRI Toronto dan KBRI Ottawa sudah komunikasi dengan keluarga untuk sampaikan follow up permintaan keluarga untuk repatriasi jenazah,” ujar Judha dalam press briefing Kemlu RI di Jakarta, Kamis (13/1/2022). Baca juga: Viral, Gadis Cantik Asal Minahasa Utara Ditemukan Tewas di Kanada
“Karena pemulangan selama masa pandemi COVID-19 namun Insya Allah bisa dilakukan secepatnya,” sambungnya.
Dia mengungkapkan terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan KJRI Toronto untuk proses repatriasi jenazah Grace ke tanah kelahirannya di masa pandemi COVID-19.
“KJRI akan menyiapkan berbagai macam dokumen, kerja sama dengan otoritas setempat, untuk death certificate, surat keterangan kematian, dan proses pemulasaraan, proses pemetian sesuai protokol kesehatan yang berlaku,” tuturnya.
Selain itu, Judha mengatakan bahwa hasil autopsi Grace Karundeng akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Hal ini terkait dengan regulasi yang berlaku di Kanada dan pihak Kemlu menghormati privasi keluarga mengenai hasil autopsi tersebut.
Lihat Juga :