Menyigi Peran Pendidikan Islam Menghadapi Krisis Ekologi

Rabu, 12 Januari 2022 - 15:10 WIB
loading...
Menyigi Peran Pendidikan...
Saiful Maarif (Foto: Ist)
A A A
Saiful Maarif
Asesor SDM Kemenag dan Pegiat Bumi Kita Initiatives

SECARA inheren, ajaran Islam (QS Ar Rum:41) mengingatkan bahwa kerusakan (fasad) alam sudah terjadi dengan derajat realitas yang nyata (dhahir). Saat ini, sebagaimana afirmasi berbagai pihak otoritatif, krisis tersebut makin menjadi, dengan korelasi beragam bencana ekologi yang di antaranya merupakan dampak krisis iklim. Dengan afirmasi Alquran dan konteks keummatan, muslim Indonesia sejatinya memiliki kesempatan besar dalam merespons tantangan global mengenai lingkungan dan krisis iklim. Fakta sebagai komunitas muslim terbesar dalam satu negara di dunia memiliki potensi daya lenting yang kuat dalam mewujudkan ekologi sosial dan perspektif berkelanjutan.

Secara spesifik, pendidikan Islam mestinya mampu menajamkan kesempatan besar tersebut ke dalam konstruksi perspektif kependidikannya. Pada konteks ini, capaian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (14/12/2021) sebagai The 2021 Most Sustainable Improved University dalam ajang penghargaan UI GreenMetric 2021 layak diapresiasi. Pada tahun yang sama, 21 madrasah yang tersebar di berbaga kawasan Indonesia terpilih sebagai Sekolah Adiwiyata atas gerakan peduli dan budaya lingkungan yang dikembangakan, disusul kemudian capaian Pondok Pesantren Darul Hijrah Martapura yang meraih Kalpataru 2021 untuk kategori Pembina Lingkungan. Jelas, secara mendasar capain tersebut menjadi penanda penting semangat pendidikan Islam dalam merespons krisis iklim dan lingkungan sebagai agenda nasional dan global di mana Indonesia berperan penting di dalamnya.

Setelah mengikuti Konferensi Perubahan Iklim pada Conference on Parties (COP26) pada penghujung tahun lalu, Indonesia bersiap menyelenggarakan agenda global Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 2022 di Bali dengan salah satu perhatian pada isu perubahan iklim. Dalam konteks presidensi dan penjelasan materi KTT G-20 Bali, Presiden Joko Widodo secara eksplisit menjelaskan salah satu titik tekan pembahasan KTT G-20 adalah skala resiliensi iklim, usaha penurunan emisi karbon, dan teknologi hijau. Agenda strategis ini patut dilihat sebagai kesempatan penting bagi promosi pendidikan Islam dalam kampanye ekologi sosial dan berkelanjutan.

Capaian UIN Jakarta dan berbagai lembaga pendidikan Islam lainnya eloknya menjadi pendorong entitas dan satuan kerja dan satuan pendidikan Islam lainnya untuk membangun langkah bersama merespons krisis iklim dan lingkungan. Langkah bersama jelas diperlukan karena keberlanjutan ekologis adalah bagian dari ketahanan sistem biologis yang beragam, produktif, dan berkenaan dengan variasi nilai, di antaranya adalah ekonomi (Jatna Supriatna, 2021). Artinya, diperlukan sikap dan penanganan konstruktif yang melibatkan konstruksi transdisiplin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Rekomendasi
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Dituduh Untungkan Spanyol,...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Berita Terkini
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved