Bahlil Klaim Pengusaha Minta Pemilu 2024 Diundur, Pengamat: Ada Kepentingan Apa?
Selasa, 11 Januari 2022 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Yusa menuturkan sirkulasi kepemimpinan elite baik eksekutif maupun legislatif tetap harus di gelar di 2024 untuk menjaga proses rekonsolidasi demokrasi. Sehingga, siapa pun yang terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024 kelak, tugas pokok mereka tetap pada bagaimana melakukan akselerasi recovery ekonomi nasional.
"Narasi penundaan Pilpres demi pemulihan ekonomi, saya kira selain kurang tepat juga tidak relevan," imbuh Yusa.
Selain itu, dia menilai bahwa pernyataan Menteri Bahlil terkait usulan memundurkan Pilpres adalah pernyataan politis yang patut dipertanyakan motifnya. "Ada kepentingan apa di balik itu? Dalih aspirasi komunitas pelaku usaha, sebenarnya juga tidak bisa dikonfirmasi, itu pelaku usaha yang mana dan dari kelompok siapa. Saya kira persoalan investasi tidak bisa dibenturkan dengan agenda sirkulasi kepemimpinan nasional yang telah diatur undang-undang," tukasnya.
Oleh karena itu, Yusa menyarankan agar sebaiknya Menteri Bahlil fokus bekerja agar investasi yang masuk ke Indonesia benar-benar dirasakan masyarakat Indonesia. Baca juga: Bahlil Lahadalia, Dijagokan Gantikan Anies hingga Polemik Pemilu 2024
"Para pembantu Presiden seharusnya tidak ikut-ikutan mewacanakan penambahan masa jabatan tapi lebih fokus bekerja keras untuk memberikan legacy terbaik di masa akhir jabatan Presiden Jokowi," pungkas Yusa.
"Narasi penundaan Pilpres demi pemulihan ekonomi, saya kira selain kurang tepat juga tidak relevan," imbuh Yusa.
Selain itu, dia menilai bahwa pernyataan Menteri Bahlil terkait usulan memundurkan Pilpres adalah pernyataan politis yang patut dipertanyakan motifnya. "Ada kepentingan apa di balik itu? Dalih aspirasi komunitas pelaku usaha, sebenarnya juga tidak bisa dikonfirmasi, itu pelaku usaha yang mana dan dari kelompok siapa. Saya kira persoalan investasi tidak bisa dibenturkan dengan agenda sirkulasi kepemimpinan nasional yang telah diatur undang-undang," tukasnya.
Oleh karena itu, Yusa menyarankan agar sebaiknya Menteri Bahlil fokus bekerja agar investasi yang masuk ke Indonesia benar-benar dirasakan masyarakat Indonesia. Baca juga: Bahlil Lahadalia, Dijagokan Gantikan Anies hingga Polemik Pemilu 2024
"Para pembantu Presiden seharusnya tidak ikut-ikutan mewacanakan penambahan masa jabatan tapi lebih fokus bekerja keras untuk memberikan legacy terbaik di masa akhir jabatan Presiden Jokowi," pungkas Yusa.
(kri)
Lihat Juga :