Sahroni Harap Telegram Kapolri Soal Jenazah PDP Corona Bisa Tenangkan Masyarakat
Rabu, 10 Juni 2020 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk jangan menolak jenazah pasien COVID-19 yang dimakamkan di daerahnya. Dalam masa-masa sulit seperti ini, akan jauh lebih baik jika kita saling membantu dan menunjukkan kepedulian antara satu sama lain,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, pada 5 Juni lalu Kapolri Idham Azis menerbitkan Telegram bernomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 agar anggota polisi memerbolehkan warga mengambil jenazah keluarganya yang berstatus PDP virus Corona. Namun, Idham juga memberi catatan jenazah PDP COVID-19 yang boleh dimakamkan dengan syariat Islam.
Surat Telegram tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan COVID-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk. Terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala, memiliki riwayat penyakit kronis atau dalam keadaan kritis. (Baca juga: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Jawaban Jubir Presiden )
Jajaran Polri juga diminta berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan COVID-19 agar dapat secara akurat memastikan penyebab kematian pasien.
Sebelumnya diberitakan, pada 5 Juni lalu Kapolri Idham Azis menerbitkan Telegram bernomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 agar anggota polisi memerbolehkan warga mengambil jenazah keluarganya yang berstatus PDP virus Corona. Namun, Idham juga memberi catatan jenazah PDP COVID-19 yang boleh dimakamkan dengan syariat Islam.
Surat Telegram tersebut ditujukan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda, dan Kaopsres Opspus Aman Nusa II 2020 untuk berkoordinasi, bekerja sama, dan mendorong pihak rumah sakit rujukan COVID-19 untuk segera melaksanakan tes swab terhadap pasien yang dirujuk. Terutama pasien yang sudah menunjukkan gejala, memiliki riwayat penyakit kronis atau dalam keadaan kritis. (Baca juga: Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Jawaban Jubir Presiden )
Jajaran Polri juga diminta berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak rumah sakit rujukan COVID-19 agar dapat secara akurat memastikan penyebab kematian pasien.
(kri)
Lihat Juga :