Pakar Telematika: Postingan Ferdinand Hutahean di Medsos Masuk Ranah Publik
Jum'at, 07 Januari 2022 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ferdinand Hutahaean Siap Diperiksa Bareskrim Polri Senin Pekan Depan
Apalagi kata Roy Suryo jika dituliskan tanpa di mention ke salah satu pihak tertentu sehingga ini wajar dimaknai bahwa pesan tersebut adalah memang ditujukannya untuk semua pembaca Twit-nya. Media sosial seperti Twitter berbeda dengan Facebook atau Instagram yang followernya bisa diatur atau dibuat privat sehingga hanya terbatas ke orang-orang tertentu, di mana kalau di Twitter setiap postingan otomatis akan terbaca ke semua followernya. Dalam hal ini follower Twitter Ferdinand Hutahean mencapai 110.000 lebih.
Penjelasan ini kata Roy Suryo sangat mematahkan apa yang dia sebut-sebut sebagai komunikasi pribadi dari hati dan pikiran karena jelas-jelas Ferdinand Hutahean sudah dengan sadar menulis postingan di akun Twitter yang bersifat publik, tidak privat. Yang berarti ada niat memang untuk disebarluaskan ke semua orang pembaca Twitter-nya tersebut.
"Dalam ilmu Psikologi sebenarnya ada cara kalau memang orang mau menumpahkan isi hati alias katarsis ini, yakni dengan cara menulis di kertas atau di buku pribadi dan kemudian dibuang atau dibakar, sehingga hatinya puas namun tak seorangpun mengetahuinya. Ini yang tidak diketahui oleh Ferdinand Hutahean, padahal Tuhan YME, Allah SWT memberi otak kepada insan manusia untuk digunakan sebaik-baiknya," ucap Roy Suryo.
Apalagi kata Roy Suryo jika dituliskan tanpa di mention ke salah satu pihak tertentu sehingga ini wajar dimaknai bahwa pesan tersebut adalah memang ditujukannya untuk semua pembaca Twit-nya. Media sosial seperti Twitter berbeda dengan Facebook atau Instagram yang followernya bisa diatur atau dibuat privat sehingga hanya terbatas ke orang-orang tertentu, di mana kalau di Twitter setiap postingan otomatis akan terbaca ke semua followernya. Dalam hal ini follower Twitter Ferdinand Hutahean mencapai 110.000 lebih.
Penjelasan ini kata Roy Suryo sangat mematahkan apa yang dia sebut-sebut sebagai komunikasi pribadi dari hati dan pikiran karena jelas-jelas Ferdinand Hutahean sudah dengan sadar menulis postingan di akun Twitter yang bersifat publik, tidak privat. Yang berarti ada niat memang untuk disebarluaskan ke semua orang pembaca Twitter-nya tersebut.
"Dalam ilmu Psikologi sebenarnya ada cara kalau memang orang mau menumpahkan isi hati alias katarsis ini, yakni dengan cara menulis di kertas atau di buku pribadi dan kemudian dibuang atau dibakar, sehingga hatinya puas namun tak seorangpun mengetahuinya. Ini yang tidak diketahui oleh Ferdinand Hutahean, padahal Tuhan YME, Allah SWT memberi otak kepada insan manusia untuk digunakan sebaik-baiknya," ucap Roy Suryo.
(cip)
Lihat Juga :