Zulkifli Lubis, Bapak Intelijen Indonesia yang Tak Bisa Dikuasai Komunis

Jum'at, 31 Desember 2021 - 05:32 WIB
loading...
A A A
AH Nasution, Komandan Divisi III Tentara Keamanan Rakyat (TKR) perubahan dari BKR di Priangan menyebut salah satu sumber kesulitan di Jawa Barat adalah persoalan PMC, yang secara vertikal melakukan kegiatan penyelidikan, persiapan perlawanan rakyat, dan lain-lain.

"Kepala stasiun kereta api di Padalarang ditembak mati oleh seorang anggota PMC, yang bermarkas di Yogya, langsung dibawahi Pak Dirman (Jenderal Soedirman). Maka terpaksalah instansi-instansi PMC ditindak. Semua badan penyelidik yang beroperasi langsung di bawah komando Markas Besar atau Kementerian Pertahanan di Yogya, berangsur-angsur kena penertiban oleh divisi saya," kata Nasution dalam "Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Masa Muda".

Penasihat Agung Militer Pemerintah Republik Indonesia, dr Moestopo sekali waktu mengambil inisiatif enemui Presiden Soekarno untuk membicarakan masalah intelijen. Moestopo kemudian disusul Lubis, Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin, dan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Dalam pertemuan tersebut, Soekarno memberikan restu untuk membentuk Badan Rahasia Negara Indonesia (Brani) pada 7 Mei 1046, sebagai payung satuan-satuan intelijen yang bergerak di bawah para komandan lapangan di seluruh Jawa. Sebagai bagian dari Brani, dibentuk Field Preperation (FP) di daerah-daerah. Brani dan FP langsung berada di bawah Presiden Soekarno.

"Masih tetap di bawah kendali Kolonel Lubis. Brani mencoba melakukan konsolidasi operasi guna menghadapi kemungkinan penguatan kembali militer Belanda," tulis Hariyadi

Lubis lalu merekrut alumni Seinen Dojo dan Yugekki (Pasukan Gerilya Khusus) yang berbasis di Salatiga, seperti Bambang Supeno, Kusno Wibowo, Dirgo, Sakri, Suprapto, dan Tjokropranolo untuk dilatih menjadi intel Brani dan FP. Mereka direkrut tanpa klasifikasi, hanya dilihat sekolahnya. Lubis berhasil membentuk jejaring intelijennya di seluruh Jawa.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk badan intelijen sendiri yaitu Badan Pertahanan B, yang dikepalai bekas komisaris polisi, Sukardiman. Lembaga ini membuat laporan dan analisis mengenai keadaan untuk keberhasilan operasi intelijen.

Meski sudah ada Brani, Amir memerintahkan Roebiono, seorang dokter di Badan Pertahanan B untuk membentuk badan pemberitaan rahasia yang disebut Dinas Code, kelak menjadi Lembaga Sandi Negara.

Demi konsolidasi politik ketika menjabat Perdana Menteri, Amir Sjarifuddin membubarkan Badan Pertahanan B dan Brani serta membentuk badan baru, Bagian V (KP V), pada 30 April 1947 sebagai koordinator operasi intelijen, langsung di bawah Menteri Pertahanan.

Lubis kemudian bereaksi keras terhadap pembubaran Brani tersebut. Dia menuding Amir Sjarifuddin sebagai seorang komunis tak senang kepadanya dan ingin menyerahkan kendali intelijen kepada orang komunis.

Belakangan tudingan Lubis ini terbukti. Amir menunjuk orang kepercayaannya Kolonel Abdurahman, seorang komunis dan Lubis sebagai wakilnya dibantu Fatkur, juga seorang komunis. Kelak baik Amir maupun Abdurahman adalah pelaku aktif Peristiwa Madiun tahun 1948.

"Jadi, saya mengalami beberapa kali pembubaran. Ada yang karena kebutuhan organisasi tapi ada juga karena politis karena orang tidak bisa menguasai saya," kata Lubis.

Akibat Perundingan Renville, kabinet Amir Sjarifuddin jatuh pada Januari 1948 KP V dibubarkan kemudian dibentuk Staf Umum Angkatan Darat (SUAD). Bagian I SUAD menjadi organisasi intelijen. Lubis kembali menjadi pemimpinnya merangkap kepala Markas Bear Komando Djawa (MBKD-I).

Setelah penyerahan kedaulatan, organisasi intel kembali berubah. Namanya menjadi Intelijen Kementerian Pertahanan (IKP) dengan Lubis tetap sebagai kepalanya.

Lubis lantas membentuk Bisap (Biro Informasi Angkatan Perang) pada 1952. Bisap bertugas menyiapkan info strategis untuk Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Perang Mayjen (TNI) TB Simatupang. Baca juga: Bercelana Pendek dan Kaos Oblong, Jenderal Pemberani Ini Lerai Bentrok Kopassus vs Marinir

Akibat Peristiwa 17 Oktober 1952, Bisap dibubarkan. Permintaan Lubis kepada TB Simatupang agar tak membubarkan Bisap pun ditolak. Semenjak peristiwa itu, Lubis tak lagi aktif di intelijen Tanah Air.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Melayat ke Rumah Duka,...
Melayat ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Pribadi yang Baik dan Pekerja Keras
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Rekomendasi
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Berita Terkini
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Menimbang Bioetanol...
Menimbang Bioetanol Berbasis Tetes Tebu
Ketua Umum Partai Perindo...
Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Hadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Malam Ini
Kemhan Bakal Datangkan...
Kemhan Bakal Datangkan Helikopter AW149 dan 12 Pesawat Tempur dari Italia
Korban Kekerasan Seksual...
Korban Kekerasan Seksual dan TPPO Bakal Dapat Penanganan Lebih Cepat
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas soal Kopdes Merah Putih, Gibran Duduk di Sebelah Kirinya
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved