Pandemi Covid-19, Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Harus Terpenuhi
Selasa, 09 Juni 2020 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
“Contoh praktiknya adalah perlu ada dukungan akses pada internet, dukungan transportasi guru kunjung dan kemudian latih guru untuk penerapan cuci tangan dan SOP kesehatan anak di sekolah. Ini penting sekali guru ya,” lanjut Victor.
Ketiga, pasti manajemen sekolah. Victor mengatakan bahwa satuan pendidikan harus memperkenalkan norma dan kebiasaan yang sehat di lingkungan sekolah.
“Di antaranya, kami menemukan belum ada cuci tangan yang benar. Anak bisa terpapar Covid-19 selama di sekolah. Dan sepanjang jalan ke sekolah. Sekarang ada banyak kasus di negara yang sudah membuka persekolahan. Akhirnya juga terjadi keterpaparan,” katanya.
Keempat, peran orang tua. “Ini tidak bisa berdiri sendiri anak-anak. Ada 7 dari 10 orang tua resikonya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan satu dari tiga orang tua kehilangan pekerjaan dan menjadi penganggur. Risiko, tidak terpenuhi hak anak karena orang tua kehilangan pekerjaan,” tegas Victor.
Kelima, masyarakat mendukung proses belajar anak di lingkungan tempat tinggal. Ada stigma dari masyarakat menghambat proses belajar offline. Misalnya, kata Victor kedatangan guru kunjung jangan dilakukan. Padahal perlu juga dilakukan.
Ketiga, pasti manajemen sekolah. Victor mengatakan bahwa satuan pendidikan harus memperkenalkan norma dan kebiasaan yang sehat di lingkungan sekolah.
“Di antaranya, kami menemukan belum ada cuci tangan yang benar. Anak bisa terpapar Covid-19 selama di sekolah. Dan sepanjang jalan ke sekolah. Sekarang ada banyak kasus di negara yang sudah membuka persekolahan. Akhirnya juga terjadi keterpaparan,” katanya.
Keempat, peran orang tua. “Ini tidak bisa berdiri sendiri anak-anak. Ada 7 dari 10 orang tua resikonya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan satu dari tiga orang tua kehilangan pekerjaan dan menjadi penganggur. Risiko, tidak terpenuhi hak anak karena orang tua kehilangan pekerjaan,” tegas Victor.
Kelima, masyarakat mendukung proses belajar anak di lingkungan tempat tinggal. Ada stigma dari masyarakat menghambat proses belajar offline. Misalnya, kata Victor kedatangan guru kunjung jangan dilakukan. Padahal perlu juga dilakukan.
Lihat Juga :