Epidemiolog: Pastikan Karantina Tak Ada Bottle Neck dan Tidak Diskriminatif

Selasa, 21 Desember 2021 - 12:25 WIB
loading...
A A A
"Ini perlu dipastikan agar kedatangannya tidak menjadi bottle neck penumpukan antrian karantina. Mau dipilah berdasarkan asal kedatangan negara bisa, atau berbasis wilayah dia tinggal, Jangan sampai ada kesan diskriminatif," lanjutnya.

Ia menyebutkan, proses lama karantina saat ini bervariasi di sejumlah negara. "Karantina ini disiapkan khusus fasilitas nya. Karantina kita dulu sempat 3-5 hari, padahal seharusnya minimal 7 hari. Sekarang di beberapa negara bahkan tidak hanya 14 hari, tapi bahkan ada 21 hari," jelas Dicky Budiman.

Lebih lanjut Dicky Budiman mengungkapkan, meski varian baru Covid-19 Omicron tidak memberikan gejala serius pada orang yang tertular namun secara jangka panjang dapat berdampak buruk pada kondisi kesehatan orang yang terjangkit.

"Penularan Airbone Omicron sangat efektif. Meskipun tidak ada gejala berat tapi ada dampak jangka panjang serius seperti kanker, dari ujung kepala sampai kaki, jadi bukan hanya persoalan pernapasan. Ini menjadi penyakit sistemik. Sehingga berdampak pada kualitas kehidupan penduduk. Jadi tidak bisa dianggap sepele," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rahasia Dandy & Ozi...
Rahasia Dandy & Ozi selama Karantina Idol Terbongkar, Sampai Selundupkan Barang Ini!
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Rekomendasi
Jadwal Prancis vs Inggris:...
Jadwal Prancis vs Inggris: Berebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
Berita Terkini
4 WNI ABK Disandera...
4 WNI ABK Disandera Perompak Somalia, Menteri P2MI Koordinasi dengan Kemlu untuk Pembebasan
Indonesia-Korea Bersinergi...
Indonesia-Korea Bersinergi Bangun Ekosistem Webtoon Global
Kemenag Gandeng 84 Lembaga...
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat Program KUA PEU
Hotman Paris Ngaku Ditunjuk...
Hotman Paris Ngaku Ditunjuk Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Pigai Usul Sertifikat...
Pigai Usul Sertifikat HAM Jadi Syarat Naik Pangkat, Polri Buka Suara
Bupati Kuansing Mengaku...
Bupati Kuansing Mengaku Tak Pernah Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved