Kritik Jokowi saat Acara MUI, Anwar Abbas Dinilai Tak Memuliakan Tamu

Senin, 20 Desember 2021 - 19:35 WIB
loading...
A A A
Boy lantas mengemukakan fakta kalau ujaran Anwar ini meskipun kosong namun kemudian menjadi sumber kegaduhan. Mereka yang merasa sebagai oposisi Jokowi lantas melihat ini sebagai aksi heroik. Kegaduhan pun terjadi dengan mengabaikan fakta kalau Jokowi telah menjawab langsung kritik tersebut. Di ruang publik seolah-olah Anwar Abbas ini berhasil membuka aib sebua rezim yang selama ini. “Padahal kalau kita rajin baca, hal itu adalah persoalan yang terus terjadi sejak zaman Orde Baru. Justru di era Jokowi ini mulai ada perbaikan,” katanya.

Dalam catatan Boy, ini bukan kali pertama Anwar membuat kegaduhan yang tak perlu. Sebelumya dia juga sempat viral karena dengan emosional menyatakan lebih baik Republik Indonesia saja yang dibubarkan saat merespons tagar bubarkan MUI yang sedang trending.

Anwar seolah abai kalau saat itu, bahkan saat ini tengah terjadi trust issue antara pemerintah dengan sebagian kalangan umat Islam. Alih-alih mengambil posisi sebagai pencerah dan juru damai Anwar juga seolah menyiram bensin ke dalam bara. Dia menyarankan agar MUI mencopot sosok Anwar Abbas dan mengganti dengan sosok yang lebih sejuk dan teduh.

Dia menambahkan jika Anwar ingin tampil heroik di mata oposisi selayaknya tidak menunggangi MUI. "Sebab MUI seyogyanya merupakan payung bagi seluruh umat Islam sekaligus mewakili kepentingan umat dalam berbicara dengan penguasa," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan...
MUI Tegaskan Tetap Perjuangkan Sanksi Pidana LGBT: Tidak Semua Happy terhadap Upaya Perbaikan
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Hidayat Nur Wahid Apresiasi...
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kesepakatan Ormas Islam soal Penetapan Iduladha 27 Mei 2026
Rekomendasi
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Berita Terkini
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved