125 Pegawai Dicopot, Pengamat: Sofyan Djalil Sosok Tepat Bersihkan BPN dari Mafia Tanah
Senin, 20 Desember 2021 - 18:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Marak ASN Terlibat Mafia Tanah, Sofyan Djalil: Yang Busuk Kita Buang
Bimo mengakui secara aturan sebenarnya nyaris mustahil adanya sertifikat ganda. Namun keberadaan mafia tanah, selalu mampu menerobos celah-celah aturan sehingga muncul berbagai masalah seperti sertifikat ganda atau permasalahan lainnya. “Memang pada kenyataannya begitu banyak masalah terkait pertanahan yang bermuara pada keterlibatan oknum pegawai BPN. Walaupun peraturannya sudah bagus, tetapi kalau ada oknum yang bermain, aturan bisa diterobos,” kata Bimo.
Karena itu satu-satunya cara yang efektif terkait permasalahan mafia tanah adalah membersihkan oknum-oknum BPN seperti kini menjadi program Sofyan Djalil. Bimo menyatakan Sofyan Djalil perlu mendapat dukungan luas agar mampu membersihkan oknum BPN. Salah satunya dengan cara masyarakat melaporkan oknum-oknum BPN yang terlibat. “Tanpa dukungan masyarakat luas, akan sangat sulit. Namanya saja mafia, tidak mudah memberantasnya,” cetus Bimo.
Bimo mengungkapkan keberadaan mafia tanah telah banyak memakan korban. Banyak pihak tidak sanggup melawan para mafia tanah yang lihai menerobos celah-celah hukum dan berlikunya proses peradilan. Keberadaan mafia tanah telah merugikan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Aspek ketidakpastian hukum, membuat investor memilih tempat atau negara lain yang lebih menjamin kepastian berinvestasi.
Bimo mengakui secara aturan sebenarnya nyaris mustahil adanya sertifikat ganda. Namun keberadaan mafia tanah, selalu mampu menerobos celah-celah aturan sehingga muncul berbagai masalah seperti sertifikat ganda atau permasalahan lainnya. “Memang pada kenyataannya begitu banyak masalah terkait pertanahan yang bermuara pada keterlibatan oknum pegawai BPN. Walaupun peraturannya sudah bagus, tetapi kalau ada oknum yang bermain, aturan bisa diterobos,” kata Bimo.
Karena itu satu-satunya cara yang efektif terkait permasalahan mafia tanah adalah membersihkan oknum-oknum BPN seperti kini menjadi program Sofyan Djalil. Bimo menyatakan Sofyan Djalil perlu mendapat dukungan luas agar mampu membersihkan oknum BPN. Salah satunya dengan cara masyarakat melaporkan oknum-oknum BPN yang terlibat. “Tanpa dukungan masyarakat luas, akan sangat sulit. Namanya saja mafia, tidak mudah memberantasnya,” cetus Bimo.
Bimo mengungkapkan keberadaan mafia tanah telah banyak memakan korban. Banyak pihak tidak sanggup melawan para mafia tanah yang lihai menerobos celah-celah hukum dan berlikunya proses peradilan. Keberadaan mafia tanah telah merugikan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Aspek ketidakpastian hukum, membuat investor memilih tempat atau negara lain yang lebih menjamin kepastian berinvestasi.
(cip)
Lihat Juga :