Cak Imin Akui Presidential Threshold 0% Cita-cita PKB

Rabu, 15 Desember 2021 - 18:47 WIB
loading...
Cak Imin Akui Presidential...
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengakui ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 0% merupakan cita-cita partainya sejak lama. Namun, belum terlaksana karena tidak ada pembahasan revisi UU Pemilu.

Cak Imin menjelaskan, Fraksi PKB setidaknya menginginkan presidential threshold itu minimal 5% atau maksimalnya 10%, sehingga semakin banyak calon presiden yang muncul di pilpres. Kata dia, ketentuan ambang batas pencapresan ini supaya lebih memberi ruang kebebasan ekspresi dan kompetisi kepada semua, dan semua memiliki hak yang sama, sehingga idealnya 0%.

“Tapi kan enggak lucu juga ya harus ada pembatasan lah ya 5-10% tapi gagal karena sudah diputuskan tidak ada lagi pembahasan,” sesal Cak Imin.

Baca juga: Mereka yang Menggugat Presidential Threshold 20%: Petinggi Gerindra hingga Gatot Nurmantyo

Karena itu, menurutnya, ada kemungkinan bahwa revisi UU Pemilu akan dibahas pada DPR dan pemerintah periode selanjutnya. Dia tidak mempermasalahkan pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang membahas mengenai presidential threshold. “Demokrasi siapa saja boleh ngomong, namanya juga usul,” pungkasnya.

Sebelumnya, wacana presidential threshold 0% kembali dilontarkan ke publik. Kali ini disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dan bahkan DPD RI menggugat ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Ingatkan Bahaya Vape,...
Ingatkan Bahaya Vape, Cak Imin Wanti-Wanti Pesantren Tak Boleh Kecolongan
Menko Muhaimin Sebut...
Menko Muhaimin Sebut Universitas Sunan Gresik Bisa Jadi Role Model Pengelolaan Perguruan Tinggi
Cak Imin Minta Kantor...
Cak Imin Minta Kantor Baru PKB DKI Harus Jadi Pusat Perjuangan untuk Jakarta
Menko PM Abdul Muhaimin...
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar Lepas Peserta NgabubuRun di Festival Jejak Jajanan Nusantara
Rekomendasi
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Berita Terkini
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved