Baranahan dan Balitbang Kemenhan Sebaiknya Dimerger

Selasa, 14 Desember 2021 - 19:00 WIB
loading...
Baranahan dan Balitbang...
Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji saat peluncuran buku Arah Kemandirian Pertahanan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/12/2021). FOTO/SINDOnews/DWI SASONGKO
A A A
JAKARTA - Eks Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) , Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji menyarankan agar Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) di Kemhan dimerger. Hal itu agar masalah pengadaan dan pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) bisa berjalan dengan baik.

Agus pun setuju jika Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan disatukan menjadi satu organisasi. Saat ini, jabatan Kepala Baranahan dan Kepala Balitbang Kemenhan dijabat oleh perwira tinggi (pati) bintang dua.

"Baranahan dan Balitbang digabung sama seperti di Korsel dan China, dipimpin oleh bintang tiga," kata Agus saat peluncuran buku 'Arah Kemandirian Pertahanan' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Baca juga: Pengamat Nilai Kemhan Kooperatif dan Terbuka Soal Anggaran Pertahanan

Agus juga menyinggung posisi Kepala Bidang (Kabid) Matra Pengadaan Kemenhan yang dipimpin Kolonel. Menurut dia, jabatan tersebut sangat tidak efektif karena Kolonel harus berurusan masalah pengadaan dengan kepala staf matra masing-masing. Hal itu menjadi tidak sinkron sehingga sebaiknya jabatan Kabid Matra dilebur saja menjadi satu agar koordinasi pengadaan dengan kepala staf bisa berjalan dengan baik.

Bahkan, Agus mengusulkan, organisasi baru yang mengurus tentang pengadaan hasil merger di Kemenhan bisa diisi dengan pejabat sipil. "Saya sarankan penggabungan organisasi, antara sipil dan militer, dan Bappenas ada di situ, ada staf dan lainnya," kata mantan Kepala Baranahan Kemenhan tersebut.

Dia juga menyarankan agar industri pertahanan yang memiliki produk sejenis dimerger saja agar menjadi perusahaan besar. Misalnya, PT PAL dilebur bersama PT Dok dan Perkapalan dan PT LEN Industri digabung dengan PT INTI. "Jadi merger perusahaan besar, untuk kendalikan industri pertahanan untuk menjadi industri yang maju," kata Agus.

Baca juga: Hacker Iran Bobol Situs Kemhan Israel, Para Tentara Zionis dalam Bahaya

Menurut Agus, sebaiknya juga ada perusahaan industri pertahanan milik BUMN yang melantai di bursa saham yang sudah dilakukan beberapa negara. Hanya saja, syarat perusahaan yang sahamnya dilepas ke publik mayoritas tetap dikuasai pemerintah. "Seperti di Cina dan Korsel. Kita tak ada lagi dikotomi militer dan sipil, karena teknologi isinya sama," ucap Agus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
FPBS UPI Gelar Lokakarya...
FPBS UPI Gelar Lokakarya Puisi dan Bedah Buku Sonata Senja, Dorong Mahasiswa Aktif Menulis
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Rekomendasi
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Berita Terkini
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved