Kerja Keras, Kepercayaan, Komitmen, dan Hoki Ibnu Susanto

Sabtu, 11 Desember 2021 - 06:23 WIB
loading...
A A A
Perselisihan dengan pamannya yang membuatnya dipecat dari pekerjaan justru menjadi titik balik dalam karir bisnisnya (hal. 77). Dengan prinsip: “Kerja Keras, Kepercayaan, Komitmen dan Hoki” Tjeng Sioe memulai bisnisnya. Ia tidak punya cukup modal. Tetapi kepercayaan dari relasinya dan dukungan dari sesama orang Hokchia, ia bisa mendapatkan modal untuk memulai usahanya. (Tentang masyarakat Hokchia akan saya bahas lebih lanjut di bawah.)

baca juga: Pengusaha Semringah Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Skala Nasional

Kepercayaan dari relasi didapat, karena para relasi tahu bahwa Tjeng Sioe adalah orang yang bekerja keras dan punya komitmen yang tinggi. Selain dari kepercayaan para relasi, kerja keras dan komitmen, Tjeng Sioe meyakini bahwa keberhasilannya juga karena faktor hoki. Faktor keberuntungan yang berasal dari atas.

Meski pendidikan Ibnu Susanto tidaklah tinggi, namun pehobi pingpong, golf dan karaoke ini tidak anti modernitas. Menyadari bahwa bisnisnya tidak akan langgeng kalau terus-menerus dikelola oleh keluarga secara tradisional, Ibnu Susanto memutuskan untuk melakukan modernisasi manajemen perusahaannya. Ia menempatkan para profesional untuk mengelola usaha, sementara keterlibatan anggota keluarga di pengelolaan bisnis mulai dikurangi (hal. 129).

Sebagai seorang yang dibesarkan dalam keluarga yang kurang mampu, dan meyakini bahwa salah satu faktor yang membuatnya berhasil adalah karena hoki, Ibnu Susanto tidak lupa untuk berkontribusi di bidang sosial. Ibnu Susanto meneladani sang ayah yang berjiwa sosial sangat besar. Meski miskin, U Ie Neng – ayah Ibnu Susanto selalu mengutamakan membantu sesama.

baca juga: Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022

Tergerak akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak muda, Ibnu Susanto mendirikan kembali sekolah Pah Tsung. Sebagai alumni Pah Tsung, Ibnu Susanto ingin mengabdikan sebagian harta dan hidupnya melalui sekolah tersebut. Kebetulan di era Gus Dur, kesempatan untuk membuka sekolah ini terbuka (hal. 161). Dengan dukungan para donator dan guru-guru profesional, sekolah Pah Tsung memberi kontribusi yang besar bagi pendidikan di Indonesia.

Dalam buku ini juga disinggung serba sedikit tentang kehidupan keluarga Ibnu Susanto (hal. 211). Ibnu Susanto sangat mencintai keluarganya. Ia sangat menghargai ayahnya dan berbakti kepada ibu tirinya. Ia juga menghargai kontribusi pamannya, meski mereka berdua tidak akur. Ibnu Susanto adalah lelaki yang setia dan meyakini bahwa keluarga yang bahagia sangat berpengaruh pada keberhasilan karir.

Seperti telah saya singgung di atas, salah satu kekuatan buku ini adalah karena Robert Adhi Ksp memberikan latar belakang sejarah, sosial dan ekonomi yang memadai sehingga kita bisa memahami keberhasilan sosok Ibnu Susanto. Robert Adhi Ksp membeberkan komunitas Hokchia di Indonesia. Ia juga memberikan gambaran mengapa orang-orang Hokchia atau sering juga disebut sebagai Fuqing sampai berimigrasi dari wilayahnya di Tiongkok ke Hindia Belanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Rekomendasi
Paraguay vs Prancis:...
Paraguay vs Prancis: Les Bleus Target Berikutnya La Albirroja?
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Piala Dunia 2026 Ternoda,...
Piala Dunia 2026 Ternoda, Tim Mesir Keluhkan Aksi Polisi Dallas
Berita Terkini
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved