Di Depan Wisudawan Stikosa-AWS, LaNyalla Sebut Transformasi Kurikulum Harus Dilakukan
Minggu, 05 Desember 2021 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
"Pekerjaan manusia di industri media juga pasti akan digantikan oleh automasi. Seperti yang sudah terjadi di proses pra cetak dan cetak media massa printing. Sekarang tidak perlu lagi petugas pracetak. Bahkan sejak dari meja layout seorang editor bisa langsung menyusun tulisan di template layout," papar Senator asal Jawa Timur itu.
Mengenai perubahan global dalam koridor dunia digital, LaNyalla menilai ada dua peluang sekaligus tantangan yang dihadapi. "Pertama adalah percepatan pertumbuhan digitalisasi yang merambah semua sektor. Kondisi ini memaksa kita untuk memasuki digitalisasi ekonomi. Karena semakin pesatnya era automasi dan artificial intelijen, yang akan menggantikan beberapa peran manusia," katanya.
Baca juga: Ketua DPD RI: SDM Sektor Pertanian Jadi PR Besar Pemerintah
Kedua, bangsa Indonesia akan memasuki puncak demografi usia produktif pada 2045. Dimana jumlah populasi penduduk usia produktif mencapai 70% dari total penduduk Indonesia pada saat itu.
"Jika puncak demografi usia produktif tidak dikelola dan disiapkan dengan baik, konsekuensinya akan sangat berat. Akan muncul masalah sosial seperti kemiskinan, derajat kesehatan yang rendah, pengangguran dan tingkat kriminalitas. Karena jumlah usia produktif tinggi, sementara lapangan pekerjaan tidak ada," imbuhnya.
Oleh karena itu, tegas LaNyalla, penyiapan sejak saat ini menjadi sangat penting. Sebab, pada tahun 2045, anak-anak muda saat ini akan menjadi pemimpin bagi bangsa. Di tangan mereka, masa depan dan nasib bangsa ini dipertaruhkan.
Mengenai perubahan global dalam koridor dunia digital, LaNyalla menilai ada dua peluang sekaligus tantangan yang dihadapi. "Pertama adalah percepatan pertumbuhan digitalisasi yang merambah semua sektor. Kondisi ini memaksa kita untuk memasuki digitalisasi ekonomi. Karena semakin pesatnya era automasi dan artificial intelijen, yang akan menggantikan beberapa peran manusia," katanya.
Baca juga: Ketua DPD RI: SDM Sektor Pertanian Jadi PR Besar Pemerintah
Kedua, bangsa Indonesia akan memasuki puncak demografi usia produktif pada 2045. Dimana jumlah populasi penduduk usia produktif mencapai 70% dari total penduduk Indonesia pada saat itu.
"Jika puncak demografi usia produktif tidak dikelola dan disiapkan dengan baik, konsekuensinya akan sangat berat. Akan muncul masalah sosial seperti kemiskinan, derajat kesehatan yang rendah, pengangguran dan tingkat kriminalitas. Karena jumlah usia produktif tinggi, sementara lapangan pekerjaan tidak ada," imbuhnya.
Oleh karena itu, tegas LaNyalla, penyiapan sejak saat ini menjadi sangat penting. Sebab, pada tahun 2045, anak-anak muda saat ini akan menjadi pemimpin bagi bangsa. Di tangan mereka, masa depan dan nasib bangsa ini dipertaruhkan.
Lihat Juga :