Di Depan Wisudawan Stikosa-AWS, LaNyalla Sebut Transformasi Kurikulum Harus Dilakukan

Minggu, 05 Desember 2021 - 14:06 WIB
loading...
Di Depan Wisudawan Stikosa-AWS, LaNyalla Sebut Transformasi Kurikulum Harus Dilakukan
Ketua DPD RI LaNyalla Matalliti menilai siapa yang tidak berubah akan ditinggal perubahan global. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Era disrupsi memaksa dunia pendidikan harus melakukan adaptasi, termasuk transformasi kurikulum. Pasalnya, teknologi digitalisasi sudah tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, Ketua DPD RI LaNyalla Matalliti menilai persiapan menjadi sangat penting. Menurutnya, siapa yang tidak berubah akan ditinggal perubahan global.

Hal tersebut disampaikan secara virtual oleh LaNyalla dalam Wisuda Sarjana ke-25 Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Massa–Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) yang mengambil tema, 'Bright Future Digital Communication of Stikosa-AWS', Sabtu (4/12/2021), di Surabaya.

"Hal itu harus diperhatikan dengan jeli oleh dunia pendidikan seperti Stikosa-AWS. Karena kita hanya punya dua pilihan, menjadi objek atau subjek," kata LaNyalla di sela acara di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Ketua DPD RI Minta CPNS dan Oknum BKN yang Curang dalam SKD Ditindak

Menurutnya, Stikosa-AWS harus melakukan reposisi dan adaptasi cepat dalam memasuki era Dis-rupsi dan percepatan perkembangan teknologi informasi. "Transformasi Kurikulum Stikosa-AWS wajib dilakukan dengan cepat. Karena semua proses dan output ilmu komunikasi, khususnya komunikasi massa telah berubah," katanya.

LaNyalla memberikan fakta, di mana radio harus berubah sejak ada podcast. Televisi harus berubah setelah ada streaming dan Youtube. Pola dunia periklanan juga berubah, setelah ada big data yang mampu mengolah algoritma hidup manusia.

"Pekerjaan manusia di industri media juga pasti akan digantikan oleh automasi. Seperti yang sudah terjadi di proses pra cetak dan cetak media massa printing. Sekarang tidak perlu lagi petugas pracetak. Bahkan sejak dari meja layout seorang editor bisa langsung menyusun tulisan di template layout," papar Senator asal Jawa Timur itu.



Mengenai perubahan global dalam koridor dunia digital, LaNyalla menilai ada dua peluang sekaligus tantangan yang dihadapi. "Pertama adalah percepatan pertumbuhan digitalisasi yang merambah semua sektor. Kondisi ini memaksa kita untuk memasuki digitalisasi ekonomi. Karena semakin pesatnya era automasi dan artificial intelijen, yang akan menggantikan beberapa peran manusia," katanya.

Baca juga: Ketua DPD RI: SDM Sektor Pertanian Jadi PR Besar Pemerintah

Kedua, bangsa Indonesia akan memasuki puncak demografi usia produktif pada 2045. Dimana jumlah populasi penduduk usia produktif mencapai 70% dari total penduduk Indonesia pada saat itu.

"Jika puncak demografi usia produktif tidak dikelola dan disiapkan dengan baik, konsekuensinya akan sangat berat. Akan muncul masalah sosial seperti kemiskinan, derajat kesehatan yang rendah, pengangguran dan tingkat kriminalitas. Karena jumlah usia produktif tinggi, sementara lapangan pekerjaan tidak ada," imbuhnya.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2772 seconds (11.252#12.26)