HUT ke-17 Repdem, Megawati Minta Tetap Jadi Banteng Bela Rakyat Miskin
Jum'at, 03 Desember 2021 - 21:04 WIB
loading...
A
A
A
Kata Hasto, Megawati mendorong agar semangat juang itu dilanjutkan. Namun ada pesan lainnya juga. Hasto menjelaskan acara digelar di Gedung Sekolah Partai dengan alasan bahwa perjuangan Repdem harus sejalan dengan PDIP yang berbasis pada ajaran Bung Karno (BK). Sementara ajaran BK sendiri menjadikan rakyat buruh, tani, dan nelayan sebagai orientasi, namun harus didasari keyakinan ideologi serta kedisiplinan.
Baca juga: Puan Bertemu Megawati dan Prabowo, PDIP Beri Sinyal Bahas Pencapresan
"Jadi kita semua harus memastikan diri sebagai partai yang disiplin. Kita tidak boleh membela rakyat, tapi dengan melanggar hukum. Semua aksi membela rakyat, harus disiplin dan taat aturan," tegas Hasto.
Selanjutnya, kata Hasto, dalam membela rakyat itu tak boleh membedakan suku dan agamanya. "Ini agamanya apa, ini sukunya apa, itu tidak boleh. Karena ketuhanan sebagaimana disampaikan Soekarno adalah ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, ketuhanan yang tidak ada egoisme agama, ketuhanan yang hormat menghormati, yang seharusnya menebar kebaikan, ketuhanan yang berkebudayaan," urainya.
Ketiga, seluruh aspek kemanusiaan harus menuju ke arah keadilan sosial. Maka Repdem harus bergerak menyatu dengan rakyat. Membangun langkah satu rampak barisan bersama untuk memerangi kemiskinan. "Ini harus bergelora. Satu langkah barisan menentang kemiskinan. Maka di Sekolah Partai inilah justru dalam peringatan ulang tahun Repdem ke-17, kita juga melakukan suatu upaya kritik dan otokritik, agar kita tetap setiap pada rel perjuangan kita, agar sebagai sayap partai kita betul-betul dapat menggunakan kepakan sayap-sayap kita untuk menjalankan apa yang menjadi garis ideologi dari PDI Perjuangan, garis ideologi yang seharusnya menyatu dengan kekuatan rakyat," ucapnya.
Baca juga: Puan Bertemu Megawati dan Prabowo, PDIP Beri Sinyal Bahas Pencapresan
"Jadi kita semua harus memastikan diri sebagai partai yang disiplin. Kita tidak boleh membela rakyat, tapi dengan melanggar hukum. Semua aksi membela rakyat, harus disiplin dan taat aturan," tegas Hasto.
Selanjutnya, kata Hasto, dalam membela rakyat itu tak boleh membedakan suku dan agamanya. "Ini agamanya apa, ini sukunya apa, itu tidak boleh. Karena ketuhanan sebagaimana disampaikan Soekarno adalah ketuhanan yang berbudi pekerti luhur, ketuhanan yang tidak ada egoisme agama, ketuhanan yang hormat menghormati, yang seharusnya menebar kebaikan, ketuhanan yang berkebudayaan," urainya.
Ketiga, seluruh aspek kemanusiaan harus menuju ke arah keadilan sosial. Maka Repdem harus bergerak menyatu dengan rakyat. Membangun langkah satu rampak barisan bersama untuk memerangi kemiskinan. "Ini harus bergelora. Satu langkah barisan menentang kemiskinan. Maka di Sekolah Partai inilah justru dalam peringatan ulang tahun Repdem ke-17, kita juga melakukan suatu upaya kritik dan otokritik, agar kita tetap setiap pada rel perjuangan kita, agar sebagai sayap partai kita betul-betul dapat menggunakan kepakan sayap-sayap kita untuk menjalankan apa yang menjadi garis ideologi dari PDI Perjuangan, garis ideologi yang seharusnya menyatu dengan kekuatan rakyat," ucapnya.
Lihat Juga :