Penutupan IOG 2021, Sepakati Industri Hulu Migas Menjadi Pilar Utama Energi

Jum'at, 03 Desember 2021 - 09:00 WIB
loading...
Penutupan IOG 2021,...
Konvensi The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2021 resmi ditutup pada Rabu (1/2/2021),
A A A
DENPASAR - Konvensi The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2021 resmi ditutup pada Rabu (1/2/2021), di Denpasar, Bali. Konvensi industri hulu minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia ini menghasilkan salah satu hal penting, yakni kesepahaman bersama bahwa industri hulu migas akan terus menjadi pilar utama energi di tengah kesadaran global akan pentingnya transisi energi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan yang lebih bersih.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani mengingatkan bahwa optimalisasi peran tersebut mendesak dilakukan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. "Sekarang adalah waktunya. Kita hanya punya jeda waktu yang sangat sempit untuk memanfaatkan industri hulu migas untuk mendukung transisi energi secara berkelanjutan atau in sustainable way," ujarnya saat menutup konvensi IOG 2021.

Fatar menambahkan Industri hulu migas Indonesia menyimpan potensi besar yang belum disentuh kegiatan eksplorasi. Guna menggali potensi besar ini, industri hulu migas siap bekerja sama dengan investor baik dari dalam dan luar negeri.

Pemerintah pun berkomitmen untuk menawarkan pengembalian investasi yang kompetitif, meningkatkan kemudahan berusaha, dan menunjukkan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan dan pihak terkait. Hal-hal tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan jangka panjang tentang kestabilan regulasi di Indonesia.

Fatar menilai industri hulu migas telah memainkan peran penting tidak hanya sebagai penyuplai energi tetapi juga salah satu pilar ekonomi negara Indonesia. Manfaat kehadiran sektor ini tidak terbatas di dalam industri sendiri tetapi juga mengalir ke berbagai industri penunjang yang bertumbuh bersama industri hulu migas. "Peran strategis ini akan terus berlanjut seiring dengan perjalanan Republik Indonesia yang memasuki usia 100 tahun pada 2045 nanti," ujar Fatar.

Posisi industri hulu migas yang masih akan berada di titik strategis sehingga perlu dikembangkan, pernah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 8 Agustus 2021 lalu.

Presiden menyampaikan lima strategi untuk mencapai target produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030. Lima strategi tersebut adalah optimalisasi produksi dari lapangan yang sudah ada; mempercepat transformasi cadangan menjadi produksi; mempercepat penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR); menggalakkan eksplorasi secara masif; dan mempercepat reformasi regulasi melalui kebijakan perizinan satu pintu dan pemberian insentif untuk industri hulu migas.

Dengan adanya komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060, peran industri hulu migas, terutama gas bumi, menjadi semakin krusial seiring dengan komitmen pemerintah untuk pelan-pelan mengurangi pemakaian energi batubara. Gas bumi sebagai alternatif energi yang lebih besar akan memainkan peran penting dalam masa transisi menuju energi baru terbarukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejagung Periksa Kepala...
Kejagung Periksa Kepala SKK Migas di Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina
SKK Migas Tanda Tangani...
SKK Migas Tanda Tangani Kerja Sama Wilayah Kerja Amanah dan Melati
Pesan Harmoni Industri...
Pesan Harmoni Industri Hulu Migas dari Taman Buah Puspantara IKN
Dukungan Fiskal Demi...
Dukungan Fiskal Demi Miliaran Dolar
Mengebor Investasi di...
Mengebor Investasi di Pusaran Transisi Energi
Turunkan Emisi Karbon,...
Turunkan Emisi Karbon, SKK Migas dan Mitra Tanam 10.000 Mangrove di Teluk Jakarta
Bahlil di KTT ASEAN:...
Bahlil di KTT ASEAN: Kondisi Energi Global Tak Menentu, Beruntung Indonesia Punya Banyak Sumber
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Indonesia Punya 2 Pabrik...
Indonesia Punya 2 Pabrik LPG Baru, Mampu Produksi 200 Metrik Ton per hari
Rekomendasi
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Berita Terkini
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Jaksa Agung Singgung...
Jaksa Agung Singgung Wacana Peleburan Pidum-Pidsus demi Penanganan Perkara Lebih Efisien
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved