Wamenkumham Minta Instansi Pemerintah Bentuk Unit Pengendalian Gratifikasi

Rabu, 01 Desember 2021 - 09:19 WIB
loading...
Wamenkumham Minta Instansi...
Wamenkumham Edward (Eddy) Omar Sharif Hiariej mengusulkan agar setiap instansi pemerintah dibentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward (Eddy) Omar Sharif Hiariej mengusulkan agar setiap instansi pemerintah dibentuk Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG). Eddy menilai, UPG berfungsi mencegah penerimaan gratifikasi bagi para penyelenggara negara.

"Jadi menerima apa pun itu bisa dianggap sebagai gratifikasi. Oleh karenanya, bagaimana mencegah gratifikasi ini? Saya kira di beberapa instansi kementerian lembaga ada yang namanya UPG, unit pengendalian gratifikasi," kata Eddy menjadi pembicara dalam seminar Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Rabu (1/12/2021).

Eddy berpandangan UPG bisa membantu mencegah para penyelenggara negara menerima gratifikasi setelah melihat penerapannya di Mahkamah Konstitusi (MK). Di mana, kata Eddy, MK mempunyai aturan yang sangat ketat terkait larangan penerimaan gratifikasi dengan membentuk unit pengendalian gratifikasi itu.

Baca juga: Wamenkumham Jadikan Presiden Jokowi Contoh Pejabat Publik Antigratifikasi

”Jadi, setiap ada pegawai MK sampai pada hakim, ketika mereka melakukan kunjungan ke daerah atau melakukan kunjungan kerja kemudian mendapatkan ada cendera mata atau apa pun itu dilaporkan kemudian unit ini berkonsultasi apakah itu termasuk dalam klasifikasi atau tidak. Memang dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi itu ada beban pembuktian dengan nilai di bawah Rp10 juta dan di atas Rp10 juta," imbuhnya.

Baca juga: Wamenkumham Eddy Hiariej Luncurkan Aplikasi Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal

Eddy juga mewanti-wanti kepada para penyelenggara negara agar tidak terjerat pidana gratifikasi. Salah satunya, dengan menegakkan integritas, transparansi, dan akuntabilitas.

"Ketika kita berbicara memiliki integritas maka di situ ada lima hal yang pertama berikutnya adalah moral, yang kedua adalah etika, yang ketiga adalah soal dedikasi, yang keempat soal loyalitas, yang kelima itu adalah soal disiplin. Kalau kita sudah melakukan menduduki jabatan publik yang kita pegang teguh adalah etika dan moral maka itu sebagai filter utama untuk tidak melakukan tindak yang korup. Lalu transparansi dan akuntabilitas itu memaksa kita untuk bekerja secara profesional," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
Rekomendasi
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berita Terkini
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved