Pelaku Kejahatan Seksual Anak Game Free Fire Pekerja Bagan Ikan di Laut
Selasa, 30 November 2021 - 18:07 WIB
loading...
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol mengatakan pelaku kejahatan seksual anak game online Free Fire berinisial S diketahui merupakan pekerja dari bagan ikan di tengah laut. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pelaku kejahatan seksual anak game online Free Fire berinisial S diketahui merupakan pekerja dari bagan ikan di tengah laut. Tersangka pun ditangkap saat berada di lokasi tersebut.
"Jadi perlu diketahui yang bersangkutan itu bekerjanya di bagan. Bagan itu tempat penangkapan ikan di tengah laut itu," ujar Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021). Baca juga: 11 Gadis Jadi Korban Kejahatan Seksual Game Online Free Fire
Menurut Reinhard, penyidik Bareskrim Polri juga harus pergi ke tengah laut ketika melakukan penangkapan terhadap S. "Kami untuk ke tempatnya yang bersangkutan itu harus naik kapal dulu baru dapat di situ. Jadi kalau di Kalimantan itu ada bagan-bagan. Jadi di situ," jelas Reinhard.
Dalam hal ini, penyidik Bareskrim Polri masih mendalami apakah pelaku bergerak sendiri atau tergabung dalam sindikat tertentu terkait dengan kasus kejahatan seksual tersebut.
"Untuk yang apakah video rekaman ini digunakan hal lain, dijual atau sindikat, sampai saat ini kami masih belum menemukan. Jadi memang saat ini masih berkisar kepentingan pribadi," ucap Reinhard.
"Jadi perlu diketahui yang bersangkutan itu bekerjanya di bagan. Bagan itu tempat penangkapan ikan di tengah laut itu," ujar Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (30/11/2021). Baca juga: 11 Gadis Jadi Korban Kejahatan Seksual Game Online Free Fire
Menurut Reinhard, penyidik Bareskrim Polri juga harus pergi ke tengah laut ketika melakukan penangkapan terhadap S. "Kami untuk ke tempatnya yang bersangkutan itu harus naik kapal dulu baru dapat di situ. Jadi kalau di Kalimantan itu ada bagan-bagan. Jadi di situ," jelas Reinhard.
Dalam hal ini, penyidik Bareskrim Polri masih mendalami apakah pelaku bergerak sendiri atau tergabung dalam sindikat tertentu terkait dengan kasus kejahatan seksual tersebut.
"Untuk yang apakah video rekaman ini digunakan hal lain, dijual atau sindikat, sampai saat ini kami masih belum menemukan. Jadi memang saat ini masih berkisar kepentingan pribadi," ucap Reinhard.
Lihat Juga :