Singkap Musik dalam Perannya Sebagai Bentuk Komunikasi Massa

Selasa, 30 November 2021 - 12:43 WIB
loading...
Singkap Musik dalam...
Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
Adinda Sukmarani Putri
Alumni Universitas Bakrie


Sehari-harinya manusia beraktivitas dari bangun tidur, beraktivitas menjalani rutinitasnya, belajar, bekerja, bersantai, hingga memejamkan matanya dan beristirahat untuk menutup harinya. Dalam rentang waktu itu, musik menjadi satu hal yang hampir tak terhindarkan. Mulai dari dering alarm bangun pagi, lagu yang diperdengarkan di radio dalam perjalanan berangkat kantor atau sekolah, jingle yang mengalun dari minimarket di saat waktu istirahat makan siang, musik latar yang terdengar dari baliho iklan di tepi jalan, hingga musik odong-odong yang tak sengaja terdengar dari jalanan depan rumah. Begitu dekatnya musik dengan kegiatan sehari-hari, musik menjadi salah satu media yang ideal untuk mengomunikasikan sebuah pesan kepada khalayak ramai atau massa.

Dalam teorinya, komunikasi massa merupakan pesan yang dikomunikasikan oleh pengirim pesan kepada penerima pesan melalui media massa. Dengan penggunaan media massa, praktis, pesan yang disampaikan oleh komunikator ini akan tersampaikan pada komunikan dalam jumlah besar. Dalam komunikasi massa, pesan yang disampaikan bersifat umum yang nantinya akan diterima oleh komunikan yang anonim dan heterogen. Komunikasi massa juga bersifat satu arah sehingga feedback atau respons yang diberikan kepada komunikator juga tertunda atau tidak interaktif. Memiliki karakteristik dan sifat yang serupa, musik juga tergolong sebagai bentuk komunikasi massa yang populer hingga saat ini.

Unsur Komunikasi Massa dalam Musik
Meskipun bukan hal pertama yang terpikirkan saat mendengar ‘komunikasi massa’, nyatanya unsur-unsur komunikasi massa seperti source, message, channel, receiver, dan effect, terdapat dalam musik yang diperdengarkan sehari-hari. Jika dibedah lebih lanjut, lembaga atau source dalam musik adalah produser musik atau para pelaku musik yang berperan sebagai encoder sekaligus gatekeeper pesan berupa lagu (message) yang akan disampaikan kepada khalayak ramai (receiver) yang anonim dan heterogen. Dalam prosesnya, musik yang telah dibuat akan disalurkan melalui media-media seperti kepingan LP maupun saluran digital seperti platform musik online (channel). Dengan demikian, penyaluran pesan yang disampaikan bersifat searah yang mengakibatkan umpan balik (effect) berupa reaksi atau review audiens akan tertunda dan tidak interaktif terhadap lembaga atau pelaku musik (source).

Musik Bentuk Komunikasi Massa yang Unik
Bila dibandingkan dengan bentuk komunikasi massa lainnya seperti surat kabar, siaran radio, televisi, maupun film, waktu yang dibutuhkan komunikan dalam menerima atau mendengar sebuah lagu relatif lebih singkat sehingga pesan yang disampaikan juga cenderung lebih padat. Namun apakah dengan waktu yang singkat ini audiens dapat menangkap pesan yang disampaikan secara lebih cepat adalah pertanyaan utamanya.

Beberapa lagu dilengkapi dengan music video yang dapat mempertegas pesan yang ingin disampaikan kepada audiensnya. Namun dengan atau tanpa music video pun, pelaku musik mengemas pesan yang dituangkan dalam lirik lagunya dengan melodi pengiring yang memberikan mood maupun vibe kepada audiensnya. Layaknya film yang diiringi musik latar saat adegan film tidak menampilkan dialog, mood dan vibe yang disampaikan dalam sebuah lagu sedikit banyak tersampaikan terlebih dahulu meskipun bait demi bait liriknya belum 100% dipahami oleh audiensnya.

Umumnya lagu yang memiliki mood sedih tak jarang dibawakan dengan tempo yang lebih lambat dan diiringi oleh chord minor, sedangkan lagu akan memperdengarkan vibe yang lebih ceria bila dibawakan dengan tempo yang lebih cepat dan didominasi oleh iringan chord major. Selain itu, refrain yang berulang dari lagu biasanya menjadi inti dari keseluruhan lirik lagu. Pengulangan ini menjadi salah satu katalis audiens untuk lebih cepat menangkap isi lirik yang dinyanyikan.

Musik dan lagu merupakan bentuk komunikasi massa yang cukup unik. Padahal lirik yang dinyanyikan tak seluas dialog-dialog yang ditampilkan dalam film, atau sebanyak tulisan artikel dalam sebuah surat kabar, nyatanya banyak audiens yang tidak bisa menangkap 100% lirik lagu pada saat pertama kali diperdengarkan. Terlebih untuk lagu-lagu yang dinyanyikan dengan bahasa yang bukan merupakan bahasa ibu audiensnya. Meskipun demikian, masa dengar lagu cenderung lama karena biasanya lagu tidak hanya didengarkan sekali dua kali, namun bisa berulang-ulang kali. Dampaknya, pesan yang terkandung dalam lirik lagu akan tertanam lebih lama dan kuat dalam benak audiensnya.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, musik juga menjadi salah satu bentuk komunikasi massa yang cocok untuk menyampaikan berbagai pesan dengan tema sederhana seperti cinta dan kasih sayang, perjuangan, hingga pesan yang lebih rumit seperti kritik sosial.

Daftar Pustaka
Bittner, John R. (1980). Mass communication, an Introduction. New Jersey: Prentice-Hall.
Effendy, Onong U. (2017). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek (Cetakan 28). Bandung: Remaja Rosdakarya
Romli, Khomsahrial. (2016). Komunikasi Massa. Jakarta: Grasindo.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dasco Janji Selesaikan...
Dasco Janji Selesaikan Polemik Royalti, Minta Pengusaha dan Rakyat Tidak Takut Putar Musik
Stafsus Presiden Yovie...
Stafsus Presiden Yovie Widianto: Musik Adalah Berkah, Bukan Sekadar Royalti
Menbud Fadli Zon: Musik...
Menbud Fadli Zon: Musik Harus Mampu Jadi Kekuatan Pemersatu Bangsa
BNPT Ajak Anak Muda...
BNPT Ajak Anak Muda Bikin Musik dan Podcast Bernuansa Kearifan Lokal
Tampil di Acara Panggung...
Tampil di Acara Panggung Rakyat Bongkar, Iwa K: Untuk Mengekspresikan Apa yang Gue Rasakan
Dispute Royalti Ilustrasi...
Dispute Royalti Ilustrasi dalam Film
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Rekomendasi
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
Berita Terkini
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved